JEPARA.Fokuspers_Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Islam Nahdlatul Ulama’ (UNISNU) Jepara periode 2026/2027 menggelar pelantikan di Auditorium Perpustakaan Lantai 4 UNISNU Jepara pada Kamis (22/10/2026). Pelantikan yang mengusung tema “Bersatu dalam Amanah, Bergerak dalam Sinergi” ini menjadi langkah awal bagi kepengurusan baru untuk membangun sinergi di lingkungan kampus.
Acara diawali dengan penampilan tari dari Sanggar Eling, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Mahasiswa. Rangkaian pembukaan kemudian diisi dengan pembacaan tilawah oleh Khairul Faiz dan tahlil oleh Noval Aditya Sadewa.
Ketua pelaksana, Azka Rizqitul Fatah, menjelaskan bahwa pelantikan tersebut bertujuan memberikan legalitas kepada kepengurusan BEM dan DPM yang baru. Ia berharap momentum ini menjadi awal tumbuhnya sinergi baru di lingkungan UNISNU Jepara.
Prosesi pengukuhan dan pembacaan sumpah jabatan dipimpin langsung oleh Rektor UNISNU Jepara, Prof. Dr. H. Abdul Djamil, M.A. Prosesi tersebut disaksikan oleh pimpinan kampus, yakni Dr. Nor Sholeh dan Dr. H. Abdul Wahab, S.Sos.I., M.S.I.
Setelah pengukuhan, acara dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara serta penyerahan surat keputusan (SK) oleh rektor kepada pimpinan BEM dan DPM.
Dalam sambutannya, rektor menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus baru sekaligus mengapresiasi kontribusi pengurus BEM dan DPM periode sebelumnya yang telah menyelesaikan masa jabatan.
Semangat membangun hubungan yang lebih baik juga disampaikan oleh Presidium DPM, Abdillah Farhan. Ia menegaskan bahwa pelantikan tersebut tidak seharusnya berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperbaiki keadaan dan membangun sinergi baru.
“Pelantikan ini bukan hanya seremonial. Harapannya dari ini DPM dan BEM meninggalkan sejarah kelam kita, kita mulai membangun sinergi baru,” ungkap Abdillah Farhan.
Senada dengan hal tersebut, Presiden BEM, Fiqri Ramadhan, menekankan bahwa organisasi mahasiswa tidak hanya berkaitan dengan tanggung jawab pengurus, tetapi juga menyangkut kepentingan mahasiswa dan almamater. Menurutnya, BEM harus menjadi ruang bersama bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi.
“BEM bukan hanya milik segelintir orang, melainkan milik semua sebagai wadah untuk segala aspirasi,” ujarnya.
Selain prosesi pelantikan, acara turut dimeriahkan dengan penampilan UKK Bandta. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peluncuran BEM dan DPM, pengenalan kabinet BEM, pemaparan filosofi dan logo organisasi, serta pengenalan jajaran kepengurusan.
Salah satu peserta acara sekaligus anggota BEM, Ahmad Faridus sofa, mengaku senang dengan pembaruan sistem kepengurusan presiden mahasiswa. Ia menilai perubahan tersebut menjadi hal menarik dalam dinamika organisasi mahasiswa di kampus.
Farid mengatakan bahwa keputusannya bergabung dengan BEM didorong oleh keinginan untuk memperluas relasi, menambah pertemanan, dan lebih aktif dalam kegiatan kemahasiswaan. Ia juga berharap dapat berkontribusi dalam bidang media dan informasi, terutama di tengah perkembangan dunia digital.
“Harapannya sebagai media dan informasi, setelah nanti menjabat akan paham bahwa media saat ini sangat berarti dan penting. Karena di dunia digital seperti ini, penting untuk upgrade diri menambah image,” pungkasnya.









