Bangkit dari Sepi, Pukis Krapyak Kini Laris Manis

Berita, Ekonomi156 Dilihat

Krapyak, Fokuspers.com — Di tengah terik siang yang memantul di aspal jalan, aktivitas lalu lintas di sekitar SPBU Krapyak tetap padat seperti biasa. Di salah satu sudutnya, sebuah motor yang telah dimodifikasi menjadi lapak sederhana tampak sibuk melayani pembeli. Dari atas wajan kecil, kue pukis dan dorayaki dimasak satu per satu, mengeluarkan aroma manis yang mudah dikenali.

Usaha itu dijalankan oleh Ida (46) dan Rosid (52), pasangan suami istri yang mulai berjualan sejak 2022. Mereka mengaku, usaha yang kini terlihat ramai ini pernah berada di masa sepi pembeli.

“Dulu sempat jualan gandos sama surabi, tapi kurang diminati,” kata Ida saat ditemui Fokuspers, Minggu (26/4/2026).

Situasi tersebut mendorong mereka untuk mencoba menu lain. Selain menjual nasi uduk, mereka mulai fokus pada kue pukis dan dorayaki. Pilihan itu perlahan mengubah keadaan. Dagangan mereka mulai dilirik, bahkan kini memiliki pelanggan tetap.

Lapak kecil itu buka setiap pagi pukul 07.00 hingga sekitar pukul 12.00. Dalam waktu singkat tersebut, keduanya mampu menghabiskan sekitar 4 kilogram adonan di hari biasa, dan meningkat hingga 5 kilogram saat akhir pekan. Harga yang dipatok pun masih terjangkau, antara Rp5.000 hingga Rp7.000 per porsi.

Menurut Rosid, bahan yang digunakan cukup sederhana, namun ada sedikit perbedaan pada olahan mereka.

“Kalau pukis pakainya tepung terigu, gula, sama santan. Dorayaki biasanya tidak pakai santan, tapi saya tambahkan santan supaya rasanya lebih gurih,” ujarnya.

Di tengah aktivitas jual beli, Sri, salah satu pembeli, mengaku sering mampir setelah berbelanja di pasar.

“Anak-anak di rumah suka, apalagi dorayakinya. Harganya juga murah, jadi hampir tiap habis dari pasar saya beli,” katanya.

Bagi Ida dan Rosid, perubahan menu menjadi titik balik bagi usaha mereka. Dari yang sebelumnya kurang diminati, kini lapak sederhana di pinggir jalan itu justru kerap dikerumuni pembeli. Ketekunan dan kemampuan membaca selera pasar menjadi kunci agar usaha kecil tersebut tetap bertahan.