Fokuspers.com — Di lingkungan keluarga maupun masyarakat, Nur Khamid lebih dikenal dengan sapaan Tomek. Pria asal Desa Nganguk, Kabupaten Kudus, ini memiliki postur tinggi dan tegap dengan kulit sawo matang yang menjadi ciri khasnya. Kumis yang menghiasi wajahnya, rambut yang mulai memutih, serta senyum yang menampilkan dua gigi kelinci membuat sosoknya mudah dikenali. Di balik penampilannya yang sederhana, Tomek dikenal sebagai pribadi yang ramah, mudah bergaul, dan dekat dengan siapa Saja.
Kesederhanaan itu tercermin dalam perjalanan hidupnya. Tomek dikenal sebagai sosok pekerja keras yang selalu berusaha memenuhi kebutuhan keluarga melalui berbagai pekerjaan. Ia pernah menjalani profesi sebagai biro ticketing wisata Karimunjawa, jasa titip (jastip), driver, hingga sales sepeda motor. Di sela aktivitasnya, ia tetap menyempatkan diri menikmati hobi seperti bermain catur, tenis meja, berenang, traveling, dan mengikuti balap MotoGP.
Tomek merupakan anak bungsu dari empat bersaudara yang tumbuh dalam keluarga sederhana dengan nilai-nilai keagamaan yang kuat. Masa kecilnya banyak dipengaruhi kehidupan keluarga yang dekat dengan dunia pelayaran karena salah satu anggota keluarganya bekerja sebagai awak kapal. Ia mengenyam pendidikan di SD Negeri Karimunjawa, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 2 Jepara dan SMA Negeri Jepara. Pengalaman berpindah-pindah lingkungan sejak kecil membentuknya menjadi pribadi yang mandiri dan mudah beradaptasi.
Perjalanan hidupnya tidak selalu berjalan mulus. Awalnya, ia tinggal di Kudus sebelum mengikuti orang tuanya pindah ke Demaan. Saat masih duduk di bangku sekolah dasar, ia kembali harus menetap di Karimunjawa. Perpindahan tempat tinggal yang berulang membuat Tomek belajar menghadapi perubahan sejak usia dini. Pengalaman tersebut menjadi bekal yang membentuk ketangguhan dan kemampuannya beradaptasi dalam berbagai situasi kehidupan.
Memasuki usia dewasa, Tomek menikah dengan Zumaroh dan dikaruniai tiga orang anak, yakni Roro Arum Masyitoh, Maulani Arbi Jihan, dan Naylatul Jannah. Kehidupan rumah tangga mereka sempat berjalan penuh kebahagiaan. Namun, cobaan berat datang ketika sang istri meninggal dunia saat anak-anak mereka masih kecil. Sejak saat itu, Tomek harus menjalankan peran sebagai ayah sekaligus ibu. Meski kehilangan menjadi pukulan besar, ia tetap berusaha memberikan kasih sayang, perhatian, dan pendidikan terbaik bagi ketiga anaknya.
Dalam perjalanan mencari nafkah, Tomek beberapa kali mengalami kegagalan. Bersama kakaknya, ia pernah merintis usaha penyewaan tenda pernikahan yang sempat berkembang sebelum akhirnya mengalami kemunduran. Di masa sulit itu, ia bahkan pernah menghadapi situasi ketika sepeda motornya hampir disita. Dukungan dari anak pertamanya menjadi penyemangat untuk kembali bangkit. Ia kemudian mencoba berbagai peluang usaha, salah satunya berjualan ikan melalui WhatsApp yang sempat berkembang dan memiliki banyak pelanggan. Walaupun beberapa usaha tidak bertahan lama, ia tidak pernah berhenti mencari jalan baru untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Bagi Tomek, keberhasilan lahir dari kerja keras yang disertai hubungan baik dengan sesama. Ia selalu mengutamakan keluarga, membangun komunikasi yang terbuka dengan anak-anak, memberikan kepercayaan kepada mereka, serta membiasakan diri menabung dan memperluas jaringan pertemanan. Selain bekerja, ia juga aktif dalam kegiatan masyarakat, seperti kerja bakti, pengajian rutin, menjadi guru mengaji bagi anak-anak, serta mendukung kegiatan olahraga tenis meja dan catur di lingkungan sekitarnya.
Kerja keras yang dijalaninya selama bertahun-tahun membuahkan hasil. Selain memiliki usaha dan jaringan pelanggan yang terus berkembang, kebahagiaan terbesar bagi Tomek adalah melihat anak-anaknya berhasil menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi. Baginya, keberhasilan tersebut jauh lebih berarti daripada pencapaian materi apa pun.
Perjalanan hidup Tomek menjadi gambaran bahwa kesabaran dan keikhlasan mampu menguatkan seseorang menghadapi berbagai ujian. Berawal dari kehidupan sederhana, berpindah-pindah tempat tinggal sejak kecil, menghadapi kegagalan usaha, hingga kehilangan istri, ia tetap memilih bangkit dan terus melangkah demi masa depan anak-anaknya. Kepeduliannya terhadap keluarga dan masyarakat menjadikan dirinya sosok yang dihormati di lingkungan tempat tinggalnya.
Prinsip hidup itu juga tercermin dalam pesan yang selalu ia sampaikan kepada anak-anaknya, “Latihlah kesabaran dan keikhlasan dalam setiap langkah kehidupan. Jangan lelah berbuat baik, tetaplah dekat kepada Allah, dan teruslah berjuang dengan penuh keyakinan. Kesuksesan akan datang kepada mereka yang mau berusaha, berdoa, dan menjaga hubungan baik dengan keluarga serta sesama.”
Bagi Tomek, hidup tidak hanya tentang bekerja keras, tetapi juga tentang menjaga hubungan dengan Tuhan, keluarga, dan sesama. Nilai-nilai itulah yang terus ia pegang dan diwariskan kepada anak-anaknya sebagai bekal menjalani kehidupan.
Oleh :Naylatul Jannah










