Bukan Magang Biasa! Mahasiswa KPI Unisnu Jajal Konten AI di Jepara Cerdas

Berita, Kampus133 Dilihat

Jepara, Fokuspres.com  – Era disrupsi digital menuntut adaptasi cepat dari seluruh lini, tidak terkecuali bagi para calon dai masa depan. Langkah progresif inilah yang diambil oleh lima mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) semester 6 Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara. Pada Ahad (01/03/2026), mereka resmi menerjunkan diri untuk menyelami dunia teknologi masa depan melalui program magang di Jepara Cerdas. Lembaga yang berlokasi di Desa Langon, Kecamatan Tahunan ini, telah mengukuhkan diri sebagai pusat pengembangan Personal Branding dan AI Creator nomor satu di Jepara, menjadikannya kawah candradimuka yang ideal bagi mahasiswa yang ingin mengawinkan nilai spiritual dengan kecanggihan kecerdasan buatan.

Acara penerjunan yang berlangsung khidmat namun penuh semangat inovasi ini dihadiri langsung oleh Muhammad Nashrul Haqqi, S.Th.I., M.Hum., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Dalam pidato arahannya, Nashrul menegaskan bahwa tantangan dakwah di tahun 2026 tidak lagi hanya terbatas pada mimbar-mimbar konvensional, melainkan telah berpindah ke layar gawai melalui algoritma dan konten kreatif. Ia menitipkan harapan besar agar kelima mahasiswa tersebut mampu menyerap seluruh ekosistem digital di Jepara Cerdas hingga Juni 2026 mendatang. Baginya, penguasaan teknologi AI bukan sekadar gaya hidup, melainkan alat bantu (tools) yang sangat krusial agar pesan-pesan dakwah Islamiyah dapat tersampaikan secara lebih presisi, menarik, dan relevan dengan audiens gen-Z maupun milenial.

Menyambut misi tersebut, Muhammad Farhan Sajid, pemilik sekaligus praktisi ahli di Jepara Cerdas, memberikan pengarahan mendalam mengenai peta jalan profesional yang akan ditempuh para mahasiswa. Ia menjelaskan bahwa di Jepara Cerdas, kedisiplinan dan etika komunikasi media sosial adalah fondasi utama yang tidak bisa ditawar. Lebih dari sekadar teori, mahasiswa akan langsung dihadapkan pada kurikulum praktik pembuatan konten berbasis AI yang sangat komprehensif. Dimulai dari pemahaman dasar tentang prompt engineering hingga ke level ahli dalam menciptakan aset visual dan audio digital, mahasiswa didorong untuk memiliki kemandirian finansial. Konsep “mengubah skill menjadi profit” menjadi daya tarik utama, di mana personal branding yang kuat akan menjadi kendaraan bagi mereka untuk meraih manfaat ekonomi secara halal dan berkah.

Adapun barisan mahasiswa yang siap menjadi pionir dakwah digital berbasis AI ini adalah Susi Susilowati, Nurul Hidayatin Naim, Adellia Eka Saputri, Kassanova Alfira, dan Nor Rohmad Al Ghifari. Selama empat bulan ke depan, mereka tidak hanya akan berperan sebagai pemagang, tetapi sebagai kreator yang akan memproduksi konten-konten berkualitas yang menginspirasi. Kolaborasi strategis ini diharapkan mampu mencetak lulusan KPI Unisnu yang tidak hanya fasih berbicara di depan publik, tetapi juga mahir mengorkestrasi teknologi kecerdasan buatan untuk menciptakan narasi-narasi positif di tengah riuhnya arus informasi digital. Dengan berakhirnya program ini nantinya, mereka diharapkan pulang membawa portofolio profesional yang siap bersaing di industri kreatif nasional