Jepara, Fokuspees.com — Pemilihan Umum Mahasiswa (Pemilwa) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara 2026 resmi memasuki tahap kampanye melalui debat dan dialog kandidat yang digelar di Taman Masjid Ar-Robbaniyin, Rabu–Kamis (24–25/6/2026).
Puluhan mahasiswa mengikuti kegiatan tersebut untuk menyimak penyampaian visi, misi, dan program kerja para calon gubernur fakultas serta calon presiden mahasiswa. Taman Masjid Ar-Robbaniyin yang sehari-hari menjadi ruang berkumpul mahasiswa pun berubah menjadi lokasi penyampaian gagasan para kandidat.
Debat dan dialog dilaksanakan selama dua hari. Hari pertama diisi oleh pemaparan visi dan misi calon gubernur fakultas, sedangkan hari kedua menghadirkan calon presiden mahasiswa dalam sesi debat dan dialog terbuka.
Tahapan ini menjadi bagian dari rangkaian Pemilwa UNISNU Jepara setelah proses pencalonan selesai dilaksanakan. Selanjutnya, panitia akan melanjutkan agenda seminar Pemilwa sebelum memasuki tahap pemungutan suara.
Ketua Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) UNISNU Jepara, Syafi’i, mengatakan bahwa debat dan dialog bertujuan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal lebih dekat para kandidat sebelum menggunakan hak pilihnya.
“Ini merupakan salah satu tahapan sebelum nantinya kita menuju puncak demokrasi mahasiswa, yaitu tahap pencoblosan,” ujarnya.
Menurut Syafi’i, forum tersebut tidak hanya menjadi bagian dari kampanye, tetapi juga sarana pendidikan politik bagi mahasiswa agar dapat menilai kapasitas, gagasan, dan program kerja yang ditawarkan setiap calon.
“Kami berharap melalui dialog dan debat ini mahasiswa benar-benar mengenal siapa calon gubernur maupun presiden mahasiswa, memahami visi dan misinya, sehingga tidak salah dalam menentukan pilihan,” tambahnya.
KPUM UNISNU Jepara menjadwalkan pemungutan suara pada 5 Juli 2026 untuk mahasiswa kelas karyawan dan 8 Juli 2026 bagi mahasiswa kelas reguler. Tahapan kampanye yang telah dimulai diharapkan dapat meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam Pemilwa sekaligus mendorong lahirnya pemimpin mahasiswa yang mampu membawa aspirasi sivitas akademika secara demokratis dan bertanggung jawab.














