Jepara, Fokuspers.com – Banjir besar disertai longsor melanda Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, pada Jumat (09/01/26). Luapan sungai menyebabkan sejumlah akses jalan utama dan alternatif lumpuh total, sementara puluhan titik longsor menimbulkan kerusakan rumah warga dan fasilitas umum.
Berdasarkan laporan sementara warga setempat, banjir terjadi akibat sungai meluap hingga melewati beberapa jembatan. Kondisi tersebut mengakibatkan terputusnya akses jalan Damarwulan–Tempur, Tempur–Duplak, serta jalur alternatif Tempur–Medani.
Selain banjir, longsor dilaporkan terjadi di puluhan titik. Lokasi terdampak antara lain wilayah Dieng, ruas jalan pertigaan dekat tulisan “Selamat Datang” yang hilang tergerus arus sungai, wilayah Kali Bayi, Pule, hingga area Jembatan Warna-Warni. Longsor juga menutup jembatan di samping rumah Bapak Sujak akibat material batu berukuran besar, sehingga aliran sungai berpindah ke halaman rumah yang bersangkutan. Longsor besar lainnya dilaporkan terjadi di beberapa titik sepanjang jalur utama desa.
Kerusakan material tercatat cukup parah. Sebuah rumah penggilingan kopi di Dukuh Kemiren hanyut beserta isinya, termasuk sekitar lima ton kopi dan mesin selep. Selain itu, sebuah kandang kambing beserta ternaknya hanyut terbawa arus, satu rumah roboh akibat tertimpa pohon, serta beberapa rumah lainnya terdampak longsor.
Proses evakuasi masih terkendala. Longsor belum dapat dievakuasi karena membutuhkan alat berat. Sejumlah kendaraan dilaporkan terjebak longsor di kawasan pegunungan, termasuk mobil siaga yang membawa pasien dan membutuhkan penanganan segera. Relawan mulai bergerak sejak pukul 18.30 WIB, namun baru dapat melakukan evakuasi terbatas hingga pukul 21.30 WIB.
Kondisi di lapangan semakin sulit karena aliran listrik padam sejak sore hari akibat robohnya beberapa tiang listrik. Padamnya listrik juga berdampak pada terputusnya jaringan internet di wilayah tersebut.
Saat ini, seluruh masyarakat dan relawan dinyatakan berstatus siaga 1. Warga diimbau untuk tetap waspada dan berhati-hati mengingat potensi bencana susulan yang mungkin masih terjadi.
