Tahunan, Fokuspers.com — Di tengah teriknya siang yang membuat aspal terasa memanas, sebuah lapak es teh desa di bahu jalan justru dipadati pembeli. Antrean terlihat mengular, kontras dengan kondisi sekitar yang dipenuhi debu dan bising kendaraan yang lalu lalang.
Warung sederhana tersebut menjadi pilihan banyak orang untuk melepas dahaga. Sajian es batu yang berpadu dengan teh pekat menjadi daya tarik utama, terutama bagi pengendara dan warga yang melintas di kawasan itu.
Nayla (19), penjaga lapak, menjelaskan bahwa minuman yang ditawarkan cukup beragam. Mulai dari jasmine tea, lemon tea, thai tea, hingga lychee tea. Selain itu, tersedia pula varian rasa buah seperti strawberry, mango, dan grape, serta pilihan milky series dan soda popping boba.
“Harga tiap minuman kisaran Rp3.000 sampai Rp12.000. Dalam sehari, pendapatan bisa mencapai Rp500.000 hingga Rp800.000,” ujar Nayla saat ditemui Fokuspers, Jumat (24/04/2026).
Ia menambahkan, tingkat penjualan sangat bergantung pada kondisi cuaca. Saat cuaca panas, jumlah pembeli meningkat signifikan. Sebaliknya, ketika hujan, penjualan cenderung menurun. Dari berbagai pilihan menu, jasmine tea dan thai tea menjadi yang paling diminati pelanggan.
Salah satu pembeli mengaku memilih es teh desa karena rasanya yang segar dengan harga terjangkau.
“Es teh desa ini enak, harganya murah, dan menyegarkan. Es-nya banyak, tapi rasa tehnya tetap terasa,” ujarnya.








