Filosofi “AKIK”: Bekal KKN UNISNU Mengabdi di Sumosari

Berita, Kampus, Nasional66 Dilihat

Sumosari, Fokuspres.com – Semangat pengabdian mengiringi langkah 32 mahasiswa Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara saat resmi diterjunkan di Desa Sumosari pada Senin, 12 Januari 2026. Prosesi penerjunan tingkat desa yang berlangsung khidmat di Pendopo Balai Desa Sumosari ini menandai dimulainya kolaborasi antara akademisi dan warga desa.

Mahasiswa yang terbagi dalam dua kelompok ini diserahkan langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Khoirul Muslimin, kepada Pemerintah Desa Sumosari. Kehadiran mereka diharapkan mampu membawa perubahan positif melalui berbagai program kerja yang telah dirancang.

Dalam sambutannya, Petinggi Desa Sumosari, Ahmad Shidiq, memberikan pesan khusus yang mendalam. Ia berharap mahasiswa KKN tidak hanya sekadar menjalankan program, tetapi mampu menjadi “AKIK” bagi desa.

“AKIK itu maksudnya mahasiswa KKN harus Aktif, Komunikatif, Inovatif, dan Kreatif dalam melaksanakan tugas pengabdian. Jangan membatasi diri dalam berinteraksi dengan warga,” tegas Ahmad Shidiq.

Istilah ini menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi mahasiswa untuk terlibat aktif dalam kehidupan sosial dan memberikan solusi segar bagi permasalahan di desa. Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Khoirul Muslimin, mengingatkan para mahasiswa bahwa KKN adalah wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Ia menekankan bahwa keberhasilan KKN sangat bergantung pada etika dan kemampuan mahasiswa beradaptasi dengan realitas sosial.

“Jaga almamater UNISNU Jepara, jaga kesehatan, dan bangun kebersamaan. Mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi belajar langsung dari kehidupan masyarakat—memahami realitas sosial dan berkontribusi secara nyata,” ujar Khoirul.

Ia juga menambahkan bahwa kedisiplinan dan tanggung jawab adalah kunci agar mahasiswa dapat menjadi teladan sekaligus mitra yang baik bagi warga Desa Sumosari.

Merespons penerimaan tersebut, perwakilan mahasiswa KKN Desa Sumosari menyatakan kesiapan mereka untuk mengabdi dengan penuh ketulusan. Dengan 32 personel yang siap sedia, mereka berkomitmen menjalankan program yang menyentuh aspek kebutuhan desa secara berkelanjutan.

Resminya penerjunan ini menumbuhkan harapan baru akan terjalinnya harmoni antara mahasiswa dan masyarakat Sumosari selama masa pengabdian berlangsung.