Kembali ke Tahunan, Kekaguman Prof. Kisbiyanto pada Unisnu Jepara

Berita82 Dilihat

Fokuspers.com – Ada rasa haru yang tak sepenuhnya bisa disembunyikan dari raut wajah Prof. Dr. H. Kisbiyanto, S.Ag., M.Pd., Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Sunan Kudus, saat melangkahkan kaki di lingkungan Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara.

Bukan sekadar kunjungan akademik, kehadirannya kali ini adalah perjalanan batin seorang anak Tahunan yang menyaksikan mimpi kampung halamannya tumbuh menjadi kenyataan.

Lahir dari keluarga sederhana, Prof. Kisbiyanto ditempa oleh kehidupan yang keras namun sarat nilai perjuangan. Aktivisme menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan hidupnya sejak muda, membentuk karakter kepemimpinan yang kritis sekaligus membumi.

Penulis mengenalnya sebagai sosok yang gigih, tajam dalam analisis, namun tetap rendah hati dalam bersikap—ciri yang terus ia jaga hingga kini sebagai pimpinan perguruan tinggi negeri keagamaan Islam.

Kekagumannya tak terbendung saat melihat Unisnu Jepara hari ini. Kampus yang dulu ia kenal masih sederhana, kini menjelma menjadi perguruan tinggi yang bersih, rapi, dan tertata modern.

“Ini sungguh luar biasa, kampus bersih,” ujarnya singkat, namun penuh makna.

Bagi Prof. Kisbiyanto, Unisnu bukan sekadar institusi pendidikan. Ia adalah simbol kebanggaan.

“Saya asli orang Tahunan. Dari kecil dibesarkan di Tahunan. Rasanya bangga sekali melihat perguruan tinggi NU di daerah sendiri tumbuh dengan wajah yang bersih dan rapi seperti ini,” tuturnya.

Menurutnya, perubahan besar tersebut tentu lahir dari manajemen yang dikelola secara serius dan berkelanjutan.

“Ini terobosan manajemen yang dikerjakan dengan baik dan sistemik,” katanya sambil tersenyum lebar.

Di sela kunjungan, suasana menjadi lebih hangat ketika ia mengajak penulis berhenti sejenak di depan gedung perpustakaan Unisnu.

“Mas Khoirul, saya ingin foto di sini. Gedung perpustakaannya keren,” katanya sambil menepuk pundak penulis.

“Saya memang selalu suka berfoto di depan perpustakaan, di kampus mana pun saya berkunjung,” ungkapnya.

Kunjungan itu juga menjadi ajang temu kangen. Prof. Kisbiyanto bertemu sahabat lamanya, Dr. Alex Yusron Mufti, Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Unisnu Jepara, kawan seperjuangan semasa aktif sebagai aktivis kampus di STAIN Kudus.

Percakapan mereka mengalir dari kenangan lama hingga mimpi-mimpi besar tentang masa depan perguruan tinggi Islam, khususnya tantangan tata kelola mutu dan daya saing global.

Dalam obrolan tersebut, Prof. Kisbiyanto menekankan pentingnya strategi menuju akreditasi unggul.

Menurutnya, prestasi internasional bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Penguasaan bahasa asing, penguatan budaya akademik, serta peningkatan jumlah sumber daya manusia bergelar doktor menjadi kunci utama.

Langkahnya kemudian berlanjut ke ruang diskusi bersama Dr. Abdul Wahab, S.Sos.I., M.S.I., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, Kewirausahaan, dan Penerapan Aswaja An-Nahdliyah Unisnu Jepara.

Dalam pertemuan itu, keduanya membahas peluang kerja sama kemahasiswaan, penguatan aktivitas dan prestasi mahasiswa, hingga strategi menarik minat calon mahasiswa di tengah persaingan perguruan tinggi yang semakin ketat.

Silaturahmi belum usai. Prof. Kisbiyanto juga menyempatkan diri bertemu Rektor Unisnu Jepara Prof. Dr. Abdul Jamil, MA dalam suasana penuh hormat dan kehangatan. Pertemuan itu terasa seperti perjumpaan seorang murid dengan orang tua sekaligus gurunya. Di penghujung tahun, diskusi pun mengerucut pada berbagai kemungkinan kerja sama dan langkah strategis ke depan.

Bagi Prof. Kisbiyanto, kunjungan ke Unisnu Jepara bukan hanya tentang agenda resmi. Ia adalah potret perjalanan hidup—tentang pulang, tentang bangga, dan tentang keyakinan bahwa pendidikan, jika dikelola dengan niat baik dan manajemen yang serius, mampu mengubah wajah daerah serta masa depan generasi muda.

Khoirul Muslimin, Wakil Dekan Komunikasi dan Desain, Mahasiswa S3 UIN Kudus.