KKN Unisnu Desa Tempur Kembangkan Inovasi Briket Ampas Kopi Sebagai Produk Lokal Ramah Lingkungan

Berita, Kampus4 Dilihat

Jepara, Fokuspers.com — Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara di Desa Tempur, Kecamatan Keling, mengembangkan inovasi pemanfaatan limbah ampas kopi menjadi briket ramah lingkungan. Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi bersama Karang Taruna Desa Tempur sebagai upaya mendorong pengelolaan limbah sekaligus penguatan ekonomi lokal.

‎Desa Tempur yang berada di kawasan lereng Muria dikenal sebagai penghasil kopi. Aktivitas pengolahan kopi masyarakat menghasilkan limbah ampas kopi dalam jumlah cukup besar yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Melihat kondisi tersebut, tim KKN UNISNU menggagas pengolahan ampas kopi menjadi briket bahan bakar alternatif yang memiliki nilai guna dan nilai jual.

‎Kormades KKN Desa Tempur, Viky Zulfikar menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai pelatihan, tetapi juga sebagai proses pendampingan yang melibatkan pemuda desa secara langsung.

‎“Kami ingin Karang Taruna tidak hanya mengetahui cara membuat briket, tetapi juga mampu memproduksinya secara mandiri dan berkelanjutan,” jelasnya.

‎Proses pembuatan briket meliputi pengeringan ampas kopi, pencampuran bahan perekat, pencetakan, hingga proses pengeringan akhir. Tim KKN turut mendampingi praktik produksi agar kualitas briket yang dihasilkan stabil dan layak digunakan sebagai bahan bakar alternatif.

‎Lusi, Letua Karang Taruna Desa Tempur, menyampaikan bahwa inovasi ini membuka perspektif baru bagi pemuda desa dalam melihat potensi limbah di sekitar mereka.

“Ampas kopi yang selama ini dianggap tidak berguna ternyata bisa menjadi produk yang bermanfaat. Ini bisa menjadi peluang usaha pemuda desa ke depan,” ujarnya.

‎Inovasi briket ampas kopi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal pengembangan produk berbasis potensi lokal Desa Tempur yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi.