KPI Unisnu Gelar Seminar Bedah Berita dan Reporting untuk Pelajar

Berita, Kampus, Nasional107 Dilihat

Jepara, Fokuspers.com – Ruang lantai 5 Gedung Fakultas Komunikasi dan Desain (FKD) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara tampak lebih ramai dari biasanya pada Rabu (11/02/2026). Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Unisnu menggelar Seminar Interaktif Bedah Berita dan Reporting Training dengan tema “Aktif Membaca Fakta, Aktif Melaporkan Realita”.

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan pelajar dari berbagai jenjang, mulai SMP, MA, SMA hingga SMK/sederajat. Kehadiran mereka menunjukkan ketertarikan generasi muda terhadap dunia literasi dan jurnalistik yang kian relevan di tengah arus informasi yang serba cepat. Selain para pelajar, mahasiswa FKD Unisnu juga turut ambil bagian dalam seminar tersebut, baik sebagai peserta maupun panitia yang menunjukkan suasana akademik yang kolaboratif antara kampus dan sekolah.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Unisnu Jepara, Khoirul Muslimin. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kerja panitia yang telah menyiapkan kegiatan tersebut. Ia juga menegaskan bahwa menjadi jurnalis di era sekarang tidak cukup hanya mampu menulis. “Jurnalis itu harus memiliki kemampuan writing, public speaking, angle finding, dan editing,” ujarnya.

Ia berharap materi yang disampaikan tidak berhenti sebagai pengetahuan semata, melainkan bisa menjadi bekal nyata bagi para peserta ketika terjun di lingkungan sekolah maupun di masyarakat.

Untuk memperkaya wawasan peserta, panitia menghadirkan dua narasumber yang telah lama berkecimpung di dunia media, yakni Abdul Rochim dari Radar Kudus dan Budi Utomo, video jurnalis Metro TV. Keduanya berbagi pengalaman tentang dinamika kerja di industri media, mulai dari proses peliputan hingga tantangan di lapangan.

Tidak berhenti pada sesi pemaparan materi, peserta juga diajak terlibat langsung dalam praktik. Mereka dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk melakukan simulasi menjadi news anchor. Suasana ruangan pun berubah lebih hidup ketika masing-masing kelompok mencoba menyampaikan berita dengan gaya dan sudut pandang yang mereka susun sendiri.

Selama praktik berlangsung, panitia turut mendampingi setiap kelompok. Pendampingan ini dilakukan agar teknik pelaporan, penyusunan naskah, serta penentuan sudut pandang berita tetap sesuai kaidah jurnalistik. Melalui latihan tersebut, para pelajar diharapkan memiliki gambaran yang lebih nyata tentang bagaimana proses produksi berita yang baik dan bertanggung jawab.