Lukchup Bangsri, Camilan Estetik yang Laris di Sore Hari

Berita, Ekonomi552 Dilihat

Bangsri, Fokuspers.com — Menjelang sore, saat matahari mulai condong ke barat dan udara panas perlahan mereda, suasana di pinggir Jalan Bangsri justru semakin ramai. Deru kendaraan bersahutan, debu beterbangan, dan lampu jalan satu per satu mulai menyala. Di tengah suasana yang riuh itu, hadir sebuah pemandangan yang cukup mencuri perhatian.

Sebuah stan sederhana bernama Lukchup Bangsri tampak berdiri di tepi jalan. Di atas mejanya, tersusun rapi kudapan mungil berwarna-warni berbentuk buah dan sayur. Mulai dari cabai, wortel, anggur, pir, hingga jambu, semuanya terlihat mencolok di antara hiruk-pikuk lalu lintas. Kehadirannya seperti memberi jeda visual, seolah menjadi oase kecil di tengah bisingnya jalanan.

Aida (23), penjual Lukchup Bangsri, mengatakan bahwa stan tersebut mulai melayani pembeli sejak pukul 16.00 hingga 21.00 WIB. Ia menyasar pelanggan yang ingin mencari camilan manis di waktu sore.

“Stand kami buka dari jam 4 sore sampai jam 9 malam. Jadi buat yang ingin cari camilan manis, bisa mampir ke sini,” ujarnya saat ditemui Fokuspers. (25/04/2026)

Ia menjelaskan, pendapatan harian dari penjualan lukchup tidak selalu stabil. Terkadang masih ada sisa dagangan, sehingga rata-rata pemasukan per hari berada di kisaran Rp120 ribu.

“Setiap kemasan isinya sudah campur berbagai bentuk. Tapi kalau yang paling sering dicari itu bentuk cabai, mungkin karena kelihatan lucu,” katanya sambil tersenyum.

Aida juga menuturkan, jumlah pembeli bisa menurun ketika ada acara atau event besar di lokasi lain. Banyak pelanggan yang memilih membeli jajanan di tempat acara tersebut.

Meski begitu, secara keseluruhan usahanya masih tergolong stabil. Dalam satu bulan, omzet yang diperoleh berkisar di angka Rp3 juta, meskipun tetap bergantung pada kondisi penjualan harian dan jadwal libur rutin setiap hari Kamis.

Salah satu pelanggan, Frida, mengaku sudah cukup sering membeli lukchup di stan tersebut. Ia menilai jajanan ini memiliki keunikan tersendiri, baik dari segi tampilan maupun rasa.

“Rasanya enak. Bagian luarnya ada sensasi crunchy, tapi dalamnya lembut, rasa kacang hijaunya juga terasa halus. Bentuknya yang lucu-lucu bikin makin menarik, jadi nggak cuma enak dilihat tapi juga enak dimakan,” ungkapnya.