Sinergi Mahasiswa KKN UNISNU dan KUA Pakisaji: Kawal Legalitas Wakaf di Desa Tanjung

Berita, Kampus86 Dilihat

Pakisaji, Fokuspres.com – Mahasiswa KKN UNISNU Jepara menunjukkan peran nyata dalam pengabdian masyarakat dengan menggandeng Kantor Urusan Agama (KUA) Pakisaji untuk menggelar Sosialisasi Wakaf Massal di Desa Tanjung, Senin (19/1/2026). Kolaborasi ini merupakan bagian dari implementasi KKN Tematik yang berfokus pada pelayanan hukum dan administrasi aset keagamaan.

Kegiatan yang berlangsung di dua lokasi berbeda—Balai Desa Tanjung dan Dukuh Nggronggong—ini mempertemukan mahasiswa dengan para tokoh agama, pengurus masjid, musholla, serta lembaga pendidikan untuk membedah tantangan sertifikasi tanah wakaf.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UNISNU, Gunawan, S.T., M.T., menegaskan bahwa mahasiswa hadir bukan sekadar untuk melaksanakan program rutin, melainkan membawa misi khusus melalui KKN Tematik.

“Mahasiswa kami diposisikan sebagai fasilitator yang menjembatani kebutuhan warga dengan otoritas terkait, dalam hal ini KUA Pakisaji. Kami berharap kolaborasi ini memberikan manfaat langsung bagi kepastian hukum aset-aset di Desa Tanjung,” ujar Gunawan.

Sinergi ini semakin kuat dengan adanya instruksi teknis dari Plt. Kepala KUA Pakisaji, H. Hisyam Zamroni, S.Ag., M.S.I. Ia mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dan meminta mereka bergerak cepat menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah desa dalam penyiapan berkas.

“Mahasiswa KKN harus segera berkoordinasi dengan Pemdes dan KUA. Kami menargetkan Ikrar Wakaf dapat terlaksana dalam 20 hari ke depan. Mahasiswa menjadi kunci dalam mendampingi masyarakat melengkapi persyaratan agar proses ke BPN Jepara berjalan tanpa hambatan,” ungkap Hisyam.

Dalam sesi sosialisasi teknis, penyuluh KUA Pakisaji, Mas Niamullah, S.Sy., M.H., memaparkan alur pendaftaran secara rinci. Mahasiswa KKN UNISNU bertugas melakukan pendampingan door-to-door atau melalui posko untuk membantu warga menyiapkan berkas hingga tahap pengajuan sertifikat ke Kantor Pertanahan (BPN) Jepara.

Petinggi Desa Tanjung, Hariyanto, memuji inisiatif kolaboratif ini. Menurutnya, kehadiran mahasiswa yang didukung oleh keahlian tim KUA sangat membantu mempercepat proses sertifikasi yang selama ini menjadi kekhawatiran masyarakat terkait potensi sengketa di masa depan.