Tradisi Doa Bersama Tutup Masa Pengabdian KKN Unisnu di Dukuh Kedawung

Berita, Nasional91 Dilihat

Jepara, Fokuspres.com – Suasana khidmat menyelimuti Dukuh Kedawung, Desa Sumosari, saat mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan XX Unisnu Jepara menggelar acara pamitan pada Rabu (12/02/2026). Alih-alih merayakannya dengan kemeriahan berlebih, mahasiswa memilih menutup masa bakti mereka dengan tradisi doa bersama dan selametan khas warga Nahdliyin. Kegiatan ini menjadi wujud syukur atas rampungnya seluruh program kerja sekaligus bentuk penghormatan terakhir kepada masyarakat yang telah mendampingi mereka sejak 13 Januari lalu.

Prosesi perpisahan ini sebenarnya dilakukan dalam dua tahap. Sebelum acara doa bersama di tingkat dukuh, prosesi penarikan mahasiswa secara formal telah dilaksanakan terlebih dahulu di Balai Desa Sumosari pada Senin (10/02/2026) yang diikuti oleh kelompok Sumosari 1 dan 2. Dalam acara formal tersebut, mahasiswa menyerahkan kenang-kenangan strategis berupa peta desa dan penyediaan bak sampah sebagai fasilitas penunjang bagi pemerintah desa setempat. Namun, bagi mahasiswa kelompok Sumosari 2, pamitan langsung dengan warga di sekitar posko tetap menjadi agenda emosional yang tak boleh terlewatkan.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Khoirul Muslimin, dalam sambutannya menekankan bahwa perpisahan yang sarat makna keagamaan seperti ini patut untuk terus dilestarikan. Beliau menyampaikan apresiasi mendalam kepada warga Dukuh Kedawung yang telah memberikan dukungan penuh sehingga mahasiswa dapat menjalankan tugasnya dengan lancar. Harapan serupa disampaikan oleh tokoh masyarakat setempat, Ahmad Zuibdi, yang mengaku bangga atas dedikasi nyata mahasiswa. Menurutnya, manfaat fisik seperti pembuatan filter air dan bak sampah, hingga kegiatan sosial seperti bersih masjid, akan menjadi warisan yang sangat berguna bagi kehidupan warga sehari-hari.

Selama satu bulan mengabdi, jejak inovasi mahasiswa KKN Sumosari 2 tersebar di berbagai sektor, mulai dari pemberdayaan ekonomi hingga literasi digital. Naufal Arda Ferdian selaku Koordinator Mahasiswa Desa menjelaskan bahwa timnya telah menginisiasi program Eco Print di SD Sumosari, pelatihan marketplace bagi ibu-ibu, hingga pengenalan aplikasi Canva bagi anak-anak. Selain itu, mereka juga berperan aktif dalam membantu pengurusan legalitas P-IRT bagi Kelompok Wanita Tani Dukuh Sewengen, melakukan penanaman bibit pohon, memasang cermin keselamatan di tikungan jalan yang rawan, hingga menyusun penulisan biografi tokoh NU lokal sebagai bentuk pelestarian sejarah.

Lebih dari sekadar program fisik, kehadiran mahasiswa juga menyatu dalam denyut nadi sosial masyarakat melalui partisipasi aktif dalam pengajian Ansor, kegiatan muwadda’ah di TPQ, dan berbagai aktivitas keagamaan lainnya. Kedekatan yang terjalin selama masa pengabdian ini membuktikan bahwa KKN bukan hanya sekadar tugas akademik, melainkan proses belajar menjadi bagian dari masyarakat. Melalui doa bersama tersebut, para mahasiswa berharap ikatan silaturahmi dengan warga Dukuh Kedawung akan tetap terjaga meski masa tugas mereka secara administratif telah berakhir.