Tumpukan Sampah di Pantai Layang-Layang Jadi Alarm Kepedulian Lingkungan

Berita, Nasional177 Dilihat

Jepara, Fokuspers.com — Tumpukan sampah masih menjadi persoalan yang terus ditemukan di kawasan pesisir Jepara. Kondisi itu terlihat dalam kegiatan Clean Up Beach yang digelar komunitas Nusabersih di Pantai Layang-Layang, Sabtu (16/05/2026).

Puluhan relawan dari berbagai komunitas, instansi, hingga sivitas akademika tampak menyusuri bibir pantai sambil membawa karung dan peralatan kebersihan. Sampah yang terbawa ombak terlihat berserakan di sepanjang pesisir, mulai dari kayu, ranting, limbah rumah tangga, plastik sekali pakai, hingga pecahan botol kaca.

banner 336x280

Kegiatan tersebut menjadi salah satu program rutin Nusabersih untuk membantu mengurangi timbunan sampah di kawasan pantai Jepara sekaligus mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan pesisir.

Dari aksi bersih pantai itu, para relawan berhasil mengumpulkan sekitar 855 kilogram sampah. Jumlah tersebut dinilai menjadi gambaran bahwa persoalan sampah di wilayah pesisir masih membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak.

Pendiri Nusabersih, Fauziah Fakhrunnisa Rochman, mengatakan gerakan tersebut tidak hanya berfokus pada kegiatan memungut sampah, tetapi juga membangun sistem pengelolaan sampah berkelanjutan. Menurutnya, seluruh sampah yang terkumpul akan dipilah sesuai jenisnya agar dapat dimanfaatkan kembali dan tidak berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).

“Nusabersih hadir sebagai tempat pengelolaan sampah. Masyarakat maupun kantor-kantor dapat menyetorkan sampah kepada kami agar bisa diolah kembali menjadi sesuatu yang bernilai,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam sehari Nusabersih mampu menampung hingga tujuh sampai sepuluh ton sampah dari berbagai sumber, seperti sekolah, rumah tangga, restoran, bank sampah induk, hingga mitra pengelolaan lainnya.

Menurut Fauziah, penanganan sampah tidak cukup hanya melalui kegiatan bersih-bersih lingkungan, tetapi juga perlu dibarengi edukasi dan sistem pengolahan yang jelas agar sampah memiliki nilai guna. Sampah anorganik nantinya dipres dan dikirim ke Jakarta untuk diolah menjadi campuran bahan bakar batu bara, sedangkan sampah organik dimanfaatkan menjadi pupuk dan pakan maggot.

Di tengah kegiatan, suasana gotong royong terlihat dari para peserta yang saling bekerja sama membersihkan area pantai tanpa memandang usia maupun latar belakang komunitas.

Salah satu peserta kegiatan, Zuni, berharap aksi serupa dapat terus dilakukan agar kesadaran masyarakat terhadap lingkungan semakin meningkat.

“Saya berharap masyarakat sadar bahwa sampah yang dibuang sembarangan pada akhirnya akan mencemari lingkungan,” katanya.

Sejumlah komunitas dan organisasi turut terlibat dalam kegiatan tersebut, di antaranya Bank Sampah Induk Jepara, Jepara Green Generation, Komunitas Konten Kreator Jepara, Forum Anak Jepara, serta HMPS KPI Unisnu Jepara.

Melalui gerakan berbasis zero waste ini, Nusabersih berharap masyarakat mulai terbiasa memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah sehingga persoalan sampah di kawasan pesisir Jepara dapat perlahan dikurangi