UNISNU Jepara Peringati Harlah NU ke-103, Teguhkan Semangat Merawat Tradisi dan Inovasi

Berita, Religi2 Dilihat

Jepara, Fokuspers.com – Universitas Islam Nahdlatul ulama Jepara (UNISNU) Jepara melalui Pusat Studi Aswaja An-Nahdiyah Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Inovasi (LPPI) UNISNU memperingati Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke 103 dengan mengusung tema “Memelihara Tradisi Lama yang Baik, Mengambil Pembaruan yang Lebih Baik”. Kegiatan ini dilaksanakan di Auditorium lantai 4 perpustakaan UNISNU Jepara pada Jumat (30/1/2026).

Acara ini dihadiri langsung oleh rektor UNISNU Jepara Prof. Dr. H. Abdul Djamil, MA., ketua yatipnu Jepara yang diwakili oleh Prof. Dr. H Abdul Fathul Mufid, M.Si., Kepala LPPI Dr. M. Khoirudin M. Pd. I., kepala pusat studi Aswaja an nahdiyah Dr. H. Mufid. M. Ag., serta civitas akademik dan mahasiswa UNISNU Jepara.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan solawat oleh grup Robbana JAMURO Masjid Ar-Robbaniyin. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Subhanul Wathon, pembacaan istighosah, Thali, doa serta sambutan-sambutan.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. H. Mufid. M. Ag. Selaku perwakilan Yatipnu menyampaikan bahwa peringatan Harlah NU merupakan momentum penting untuk mengingat kembali sejarah perjalanan NU. “Peringatan Harlah NU pada hakikatnya merupakan upaya untuk mengingat kembali sejarah. Melalui momentum ini, kita diingatkan pada pidato terakhir Presiden Soekarno yang dikenal dengan semboyan JAS MERAH, yakni jangan sekali-kali meninggalkan sejarah”. Ungkapnya.

Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan penyerahan dua buku secara simbolis sebagai bentuk komitmen akademik dalam merawat dan mengembangkan khazanah keilmuan Aswaja. Buku pertama yang berjudul: Harmoni Aswaja dan Budaya Jawa: Integrasi Religius dan Budaya Lokal, sedangkan buku Kedua dengan judul Tradisi dan Budaya Islam Ahlussunnah Jama’a. Kedua buku ini diserahkan kepada Prof. Dr. H Abdul Fathul Mufid, M.Si. dan Dr. M. Khoirudin M. Pd. I.

Acara kemudian ditutup dengan mauidah hasanah yang disampaikan oleh rektor UNISNU Jepara, Prof. Dr. H. Abdul Djamil, MA. Dalam tausiahnya, ia menjelaskan bahwa istilah harlah merupakan identitas khas NU yang mencerminkan kebanggaan organisasi. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya menumbuhkan rasa bangga terhadap UNISNU Jepara sebagai institusi pendidikan.

“Harlah merupakan istilah khas NU. Setiap kelompok itu memiliki kebanggaannya masing-masing, sehingga kita harus menumbuhkan rasa bangga terhadap UNISNU. Kebanggaan itu kemudian harus diwujudkan melalui upaya bersama untuk menciptakan UNISNU yang berkualitas”. Ujarnya.

Melalui peringatan Harlah NU ke-103 ini, UNISNU Jepara menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi berbasis nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah yang konsisten merawat tradisi keilmuan dan budaya, sekaligus adaptif terhadap pembaruan. Kegiatan ini menjadi momentum refleksi bersama bagi civitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan kontribusi UNISNU Jepara bagi masyarakat.