Growpreneur UNISNU: Pengusaha Muda Harus Berani Ubah Kebijakan, Bukan Hanya Beraksi!

Berita, Kampus93 Dilihat

JEPARA, Fokuspress.com – Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen (HMJM) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara sukses menggelar Seminar Growpreneur pada Sabtu (10/01/2026). Mengambil tema “Peran Strategis Pengusaha Muda Dalam Mendorong Kemajuan Ekonomi: Dari Kebijakan Hingga Aksi Wirausaha”, acara di Auditorium Perpustakaan Lantai 4 ini menarik antusiasme tinggi dari mahasiswa dan pengusaha muda, sekaligus menegaskan potensi generasi kampus sebagai motor penggerak ekonomi.

Acara dibuka dengan sambutan penuh dukungan dari jajaran pimpinan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNISNU. Ketua Program Studi Manajemen, Nurul Huda, S.E.M., menekankan bahwa kampus adalah lahan terbaik untuk memulai.

banner 336x280

“Kampus adalah lahan uji coba – jangan takut gagal, karena dari kegagalan kita belajar untuk lebih baik,” katanya, menantang mahasiswa untuk menerapkan teori ke dalam aksi nyata.

Dukungan serupa disampaikan oleh Dekan FEB UNISNU, Dr. H. Noor Arifin, S.E., M.S.I. Beliau mengingatkan bahwa pengusaha muda tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga memiliki kekuatan untuk mempengaruhi kebijakan publik.

“Kalian adalah generasi yang cerdas dan tangguh – gunakan potensinya untuk merubah wajah ekonomi Jepara!” seru Dekan FEB.

Acara mencapai puncaknya dengan presentasi dari dua narasumber berpengalaman yang memberikan wawasan berharga. H. Choirul Anwar, S.Sos., M.M. (Anggota DPRD Jepara, Wakil Ketua Kadin Jepara) membahas bagaimana pengusaha muda dapat berperan dalam membentuk kebijakan ekonomi. Ia memberikan contoh kasus di Jepara, di mana sekelompok pengusaha kerajinan kayu muda berhasil mendorong pemerintah lokal untuk membuat kebijakan yang memudahkan akses pasar luar negeri. “Jangan hanya menunggu kebijakan bagus – jadilah yang mengusulkan dan mempengaruhinya!” tegasnya.

Selanjutnya, Zainal Afrodi, S.H. (Ketua Umum HIPMI Jepara 2022 s.d 2025) berbagi pengalaman pribadi tentang tantangan dan keberhasilan dalam memulai usaha sebagai seorang praktisi. Ia menjelaskan strategi praktis untuk mengakses pendanaan, membangun jaringan, dan memanfaatkan teknologi untuk memperluas bisnis. Dengan semangat, ia berpesan, “Aksi lebih penting dari kata-kata – mulailah dari yang kecil, tapi berpikir besar!”

Sesi tanya jawab menunjukkan antusiasme peserta yang meluap, dengan pertanyaan-pertanyaan praktis seperti cara memulai usaha tanpa modal besar. Respon positif juga datang dari peserta, seperti Dewi, mahasiswa semester 5 Manajemen.

“Saya jadi lebih percaya diri untuk memulai usaha kerajinan kuliner yang saya impikan,” ujar Dewi.

Seminar Growpreneur ini berhasil memberikan inspirasi dan wawasan berharga, menguatkan niat banyak mahasiswa untuk terjun ke dunia wirausaha. HMJM berjanji akan terus menyelenggarakan kegiatan serupa, demi mendukung pengembangan potensi mahasiswa sebagai generasi pengusaha masa depan.