Kembang, Fokuspers.com — Terik matahari siang belum juga surut saat halaman depan SDN 2 Dermolo mulai ramai. Di tepi jalan yang berdebu, di bawah payung sederhana, sebuah gerobak kecil berdiri. Dari sanalah suasana siang seperti punya pusatnya sendiri.
Aneka jajanan manis tersusun rapi di atas gerobak sepeda motor. Ada es kepal, laker, martabak mini, hingga papeda. Warnanya mencolok, kontras dengan panas yang menyengat. Begitu bel istirahat berbunyi, anak-anak langsung berkerumun. Sudut kecil itu mendadak hidup, riuh, penuh tawa, dan jadi tempat yang selalu dituju.
Murdoko (56), pemilik gerobak itu, sudah berjualan sejak 1990. Ia mengandalkan jajanan sederhana yang akrab di lidah anak-anak.
“Omzetnya sekitar Rp300 ribu kotor, tapi alhamdulillah cukup untuk biaya hidup. Tidak sambat, tidak mengeluh,” ujar Murdoko saat di wawancarai Fokuspers, Jumat (24/4/2026).
Setiap hari, ia mulai berjualan di depan SDN yang berada di Jalan Ngeplas Kebun Balong, sejak pukul 06.00. Menjelang jam istirahat, sekitar pukul 09.00, pembeli mulai ramai, lalu ia biasanya selesai pukul 09.30. Dari semua menu, laker jadi yang paling cepat habis.
“Kalau di sekolah, rasanya tidak ada kata sepi, Mas. Selalu ramai, selalu enjoy,” ungkapnya.
Bagi anak-anak, laker buatan Murdoko punya daya tarik sendiri. Adid, salah satu pelanggan, menyebut jajanan itu paling disukai karena topping-nya yang melimpah.
“Pak Murdoko kalau ngasih topping nggak tanggung-tanggung, kadang malah dilebihin. Rasanya renyah di luar, tapi creamy di dalam,” ujarnya.












