Bawu, Fokuspers.com – Di tengah maraknya kuliner modern, usaha makanan tradisional justru masih menunjukkan daya tahannya. Salah satunya terlihat dari warung bakso dan mi ayam milik Bang Thole di kawasan Bawu, Jepara. Dengan menu sederhana, warung ini tetap ramai dan bahkan mampu menghasilkan omzet jutaan rupiah setiap hari.
Zara (19), anak pemilik warung, mengatakan bahwa menu yang disajikan tidak jauh dari yang sudah akrab di lidah masyarakat, yakni mi ayam dan bakso. Dari keduanya, bakso menjadi menu yang paling banyak diminati sekaligus paling laris.
“Terkait pendapatan, biasanya sekitar Rp2.000.000 sampai Rp3.000.000 lebih per hari,” ujar Zara saat ditemui Fokuspers.com di kediamannya, Kamis (23/04/26).
Warung ini beroperasi setiap hari tanpa libur. Aktivitas dimulai sejak pukul 10.00 pagi hingga pukul 21.00 malam. Jadwal yang padat ini menjadi bagian dari komitmen mereka untuk terus melayani pelanggan.
Meski pendapatan harian tergolong stabil, Zara mengaku belum melakukan pencatatan keuangan secara rinci untuk jangka panjang. Hal ini membuat total omzet bulanan belum dihitung secara pasti.
Ia juga menyebut, jumlah pengunjung tidak selalu sama setiap waktu. Ada jam-jam tertentu di mana warung cenderung lebih sepi. Namun secara umum, minat masyarakat terhadap bakso di warung ini tetap tinggi setiap harinya.
Salah satu pelanggan menilai, warung tersebut menjadi contoh bahwa kuliner tradisional masih memiliki peluang besar untuk berkembang. “Senang melihat anak muda seperti Zara ikut membantu mengelola usaha keluarga sampai bisa seperti sekarang,” ujarnya.
Keberhasilan warung bakso Bang Thole ini menjadi gambaran bahwa konsistensi dan dedikasi dalam menjaga cita rasa mampu membawa hasil. Selain mempertahankan tradisi kuliner lokal, usaha ini juga turut menggerakkan roda ekonomi di tingkat masyarakat.








