Pekalongan, Fokuspers.com — Di tengah terik siang, aktivitas di Kedai My Mama Yanti tetap berjalan seperti biasa. Lalu lintas di sekitar lokasi terdengar ramai, sementara dari dalam kedai, suara peralatan masak dan pesanan pelanggan saling bersahutan. Meja-meja sudah ditata sederhana, lengkap dengan tisu dan bumbu pelengkap, menandakan kedai ini siap menyambut siapa saja yang datang.
Warsiah (33), selaku karyawan kedai, menyebutkan bahwa pemilik kedai menghadirkan banyak pilihan menu agar pelanggan punya alternatif. Mulai dari soto daging, soto ayam, hingga berbagai olahan gongso seperti paru, babat, dan daging. Selain itu, tersedia pula menu nasi dengan variasi olahan, mie goreng maupun mie kuah, serta aneka minuman.
“Menu di sini memang dibuat beragam, biar pelanggan bisa pilih sesuai selera. Dari yang berkuah sampai yang goreng semuanya ada,” ujar Warsiah saat ditemui di kedainya, Jumat (24/04/2026).
Ia menjelaskan, kedai dibuka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 16.00 WIB. Dalam keseharian, beberapa menu seperti gongso, seblak, dan soto menjadi yang paling sering dipesan. Saat kondisi ramai, pendapatan harian bisa mencapai sekitar Rp500 ribu, sementara dalam sebulan berkisar Rp2 juta.
“Kalau lagi ramai, sehari bisa sampai Rp500 ribu. Untuk sebulan kurang lebih Rp2 juta,” tambahnya.
Dari sisi pelanggan, pengalaman makan di kedai ini dinilai cukup memuaskan. Tasya, salah satu pembeli, menyebut porsi makanan yang disajikan cukup mengenyangkan dengan harga yang terjangkau. Ia juga menilai pelayanan di kedai tergolong cepat.
“Porsinya banyak dan harganya masih terjangkau. Pelayanannya juga cepat, jadi nggak perlu nunggu lama,” kata Tasya.
Menurutnya, meski tempatnya sederhana, suasana di kedai tetap nyaman untuk makan bersama teman. Hal itu membuatnya berencana kembali datang dan merekomendasikannya kepada orang lain.
“Tempatnya memang sederhana, tapi nyaman buat makan bareng teman. Saya pasti bakal balik lagi ke sini,” tutupnya.














