Jepara, Fokuspers.com — Setelah mengembangkan inovasi briket berbahan ampas kopi, Tim KKN Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara Desa Tempur, Kecamatan Keling, melanjutkan program dengan penguatan branding dan strategi pemasaran produk. Kegiatan ini difasilitatori oleh Tristan Alfian, sebagai upaya meningkatkan daya saing produk berbasis potensi lokal pada Sabtu (31/1/2026) bertempat di Balaidesa Tempur.
Pelatihan branding dan pemasaran ini melibatkan Karang Taruna Desa Tempur, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dan Pemuda Desa Tempur. Fokus kegiatan meliputi pengenalan konsep branding produk, penentuan identitas visual, kemasan, hingga strategi pemasaran sederhana yang sesuai dengan karakter desa.
Dalam pemaparannya, Tristan Alfian, menekankan pentingnya membangun identitas produk agar memiliki nilai lebih di pasar.
“Produk lokal tidak cukup hanya bagus dari sisi fungsi, branding yang tepat akan membangun kepercayaan dan membuat produk lebih mudah dikenali oleh konsumen,” jelasnya.
Peserta diajak untuk memahami dasar-dasar branding, mulai dari penamaan produk, logo, kemasan ramah lingkungan, hingga narasi produk yang menekankan nilai keberlanjutan dan potensi lokal Desa Tempur. Selain itu, dibahas pula strategi pemasaran berbasis komunitas dan pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi.
Dzul, Salah satu tim KKN UNISNU menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi bagian penting dari rangkaian program inovasi briket ampas kopi, agar produk tidak berhenti pada tahap produksi saja.
“Kami ingin Karang Taruna memiliki bekal pengetahuan pemasaran sehingga produk briket ini bisa benar-benar dipasarkan dan memberikan manfaat ekonomi,” ungkapnya.
Melalui pelatihan branding dan pemasaran ini, diharapkan produk briket ampas kopi Desa Tempur memiliki identitas yang kuat, mampu menjangkau pasar yang lebih luas, serta menjadi contoh pengembangan produk desa berbasis kolaborasi antara mahasiswa, pemuda desa, dan akademisi.
KKN Unisnu Bersama Karang Taruna Desa Tempur Perkuat Nilai Jual Briket Ampas Kopi







