Tahunan, Fokuspres.com — Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Nahdhatul Ulama (UNISNU) Jepara, khususnya mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru (PGSD) Semester 1, menggelar Pameran Karya Seni Ukir sebagai upaya melestarikan budaya lokal. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung FTIK Lantai 3 Unisnu Jepara, Sabtu (20/12/25).
Muhammad Fahrul Maulida Walad, selaku Panitia kegiatan, menjelaskan bahwa pameran seni ukir ini merupakan kegiatan pertama yang diselenggarakan program studi PGSD. Selain sebagai bagian dari tugas Ujian Akhir Semester (UAS), kegiatan ini bertujuan menumbuhkan minat generasi muda terhadap seni ukir Jepara agar tetap lestari.
“Melalui pameran ini, kami ingin memperkenalkan berbagai karya seni ukir, khususnya seni ukir Jepara dengan motif flora dan fauna, yang menggambarkan keragaman bentuk tumbuhan dan hewan,” ujarnya.
Ia menambahkan, panitia menyediakan berbagai bahan dan alat ukir yang dapat digunakan mahasiswa untuk mencoba secara langsung proses mengukir. Hal tersebut dillakukan agar mahasiswa dapat memahami tahapan pembuatan ukiran sekaligus mengenali potensi diri di bidang seni.
“di era modern ini, minat generasi muda terhadap seni mulai berkurang karena tergantikan oleh mesin. Melalui pameran ini, kami ingin menunjukkan bahwa Jepara memiliki karya seni ukir yang bernilai tinggi dan patut dibanggakan,” imbuhnya.
Sementara itu, salah satu peserta pameran, Maharani, mengungkapkan bahwa pengerjaan tugas UAS ini dilakukan melalui kerja sama dengan mahasiswa DKV (Desain Komunikasi Visual). Setelah mendapat arahan dari dosen DKV, Soharto, peserta diberi waktu 2 minggu untuk menyelesaikan karya, mulai dari mencari bahan kayu, menyusun desain, hingga berkoordinasi dengan pengrajin ukir.
“Dalam desain harus ada unsur motif dan filosofi. Desain bisa langsung diaplikasikan ke kayu atau dicetak terlebih dahulu, sesuai kreativitas masing-masing,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pengerjaan karya diperbolehkan dalam bentuk mentahan maupun finishing. Selama proses pembuatan, peserta memantau langsung pengerjaan ukiran, termasuk memperhatikan kedalaman dan detail pahatan.
Menurutnya, banyak generasi muda yang belum memahami proses pembuatan ukiran secara mendetail. Melalui pameran ini diharapkan mahasiswa dan masyarakat dapat lebih mengenal seni ukir Jepara, tidak hanya sebagai identitas daerah, tetapi juga sebagai warisan budaya yang bernilai tinggi.











