Tahunan, Fokuspres.com – Mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Komunikasi dan Desain UNISNU Jepara menunjukkan kepeduliannya terhadap isu kesehatan publik melalui gelar karya mata kuliah Ergodesain. Karya visual yang ditampilkan mengangkat tema edukasi bahaya merokok, menggunakan pendekatan visual yang eksplisit dan komunikatif.
Visual tersebut menampilkan ilustrasi orang yang sedang merokok dengan paru-paru yang digambarkan penuh dengan rokok, berfungsi sebagai simbol kerusakan organ vital akibat kebiasaan merokok.
Karya yang menarik perhatian ini dibuat oleh tim yang terdiri dari M. Reaksi Firmansyah, Retnoningtyas Suci Cahyani, Rizka Ahmad Atthaariq, Putri Sholihah, Sifatul Ulya, Ari Febriyanto, Muhammad Mirza Fadil, dan David May Exa Puri. Mereka berupaya menyampaikan pesan kesehatan secara mudah dipahami oleh masyarakat luas.
Salah satu anggota tim, Retnoningtyas Suci Cahyani, menjelaskan bahwa visualisasi paru-paru yang dipenuhi rokok dipilih untuk menggambarkan bahaya merokok secara langsung dan memberikan dampak emosional.
“Ya, memberikan edukasi bahwa merokok sangat merugikan kesehatan,” ungkap Retnoningtyas.
Menurutnya, peran DKV sangat penting dalam menyampaikan informasi melalui visual yang kuat. Visual yang dirancang dengan baik memungkinkan masyarakat menangkap pesan secara detail tanpa harus membaca penjelasan panjang. Pendekatan ini dinilai mampu membangun kesadaran dan memberikan dampak yang lebih besar kepada penikmat karya.
Melalui karya Ergodesain ini, mahasiswa DKV UNISNU tidak hanya memamerkan kreativitas, tetapi juga menegaskan fungsi desain sebagai media edukasi yang efektif sekaligus sarana penyampai pesan sosial.
Diharapkan, karya ini dapat mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih sadar akan dampak negatif rokok, sekaligus membuktikan bahwa dunia akademik dapat berkolaborasi dalam isu-isu sosial dan kesehatan.








