Jepara, Fokuspers.com — Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah menggelar kegiatan Bahtsul Masail pada Senin (20/4/2026) di Gedung PCNU Kabupaten Jepara.
Forum ilmiah ini diikuti oleh jajaran Syuriyah, Tanfidziyah, Pengurus Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PWNU Jawa Tengah, PCNU se-Jawa Tengah, serta perwakilan Ma’had Aly.
Dalam forum tersebut, peserta membahas dua tema besar, yakni Peraturan Daerah (Perda) tentang minuman keras dan hiburan malam, serta kajian seputar kritik matan hadis yang diduga menyelisihi fakta. Kedua isu ini menjadi perhatian karena memiliki relevansi kuat dengan dinamika sosial dan keilmuan keislaman kontemporer.
Bupati Jepara dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut di Kabupaten Jepara. Ia berharap forum ini membawa keberkahan bagi daerah.
“Kami mengucapkan terima kasih dan memohon doa serta keberkahan. Semoga dengan adanya kegiatan ini, Jepara semakin menjadi daerah yang berkah dan makmur,” ujarnya.
Sementara itu, Rois Syuriyah PWNU Jawa Tengah dalam arahannya menjelaskan bahwa Bahtsul Masail merupakan agenda rutin yang memiliki peran penting dalam menjawab persoalan umat. Ia menyebutkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan secara berkala setiap empat bulan sekali.
“Kegiatan Bahtsul Masail ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap empat bulan sekali, membahas berbagai persoalan, baik isu lokal maupun internasional,” terangnya.
Melalui forum ini, diharapkan lahir rumusan pemikiran keagamaan yang solutif dan kontekstual, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi kehidupan masyarakat.











