Tergerus Program MBG, Pentol Jadul Prapen Tetap Bertahan

Berita115 Dilihat

Ngasem, Fokuspers.com — Terik matahari siang terasa menyengat di perempatan Prapen, Ngasem, Batealit, Jepara. Di tengah bisingnya lalu lintas, sebuah gerobak pentol sederhana tetap berdiri di tepi jalan. Pembeli datang silih berganti, seolah tak terganggu panas dan hiruk pikuk sekitar. Di samping gerobak, ada pos ronda yang memberi sedikit keteduhan, menciptakan suasana kontras yang justru terasa akrab bagi siapa pun yang singgah.

Faqih (45), penjual pentol jadul itu, sudah menekuni usahanya sejak 2008. Ia memilih tetap sederhana, hanya menjajakan dua menu, yaitu pentol jadul dan es melon. Soal harga, ia sengaja menjaga tetap terjangkau.

banner 336x280

“Mulai dua ribuan, bebas pilih sesuai uang yang dibawa,” ujarnya.

Pendapatan hariannya pun cukup untuk bertahan. Faqih mengaku bisa meraup sekitar Rp400 ribu per hari, meski itu masih pendapatan kotor. “Bersihnya sekitar dua ratusan,” katanya saat ditemui Fokuspers, Jumat (24/4/26).

Setiap pagi, Faqih berangkat dari rumahnya di Gotri, Jepara, sekitar pukul 08.00 WIB. Ia berkeliling ke sejumlah sekolah di wilayah Ngasem, menyesuaikan waktu istirahat siswa di SD, MI, hingga MTs. Setelah itu, barulah ia mangkal di perempatan Prapen hingga sore hari.

Namun, kondisi tidak selalu stabil. Faqih menyebut sejak adanya program MBG, pembeli dari kalangan pelajar mulai berkurang. Dampaknya cukup terasa.

“Omzet sempat turun, jadi sekitar seratus ribu rupiah,” ungkapnya.

Meski begitu, ia tetap bertahan. Menurutnya, jumlah pembeli biasanya naik turun tergantung hari. Akhir pekan cenderung lebih ramai dibanding hari biasa. Sementara saat bulan puasa, pembeli justru memadati gerobaknya menjelang waktu berbuka.

Bagi pelanggan, pentol jadul Faqih punya daya tarik tersendiri. Vita, salah satu pembeli, menyebut rasanya khas dan tetap bersaing di tengah banyaknya jajanan modern.

“Pentolnya enak, porsinya juga banyak. Tiga ribuan dapat segini, worth it banget. Pasti beli lagi sih,” katanya sambil tersenyum.