Ubah Limbah Jadi Manfaat, Mahasiswa KKN UNISNU Sulap Drum Bekas Jadi Bak Sampah Estetik di Somosari

Berita, Kampus, Nasional17 Dilihat

Jepara, Fokuspres.com  – Persoalan sampah seringkali menjadi kendala di wilayah pedesaan yang minim fasilitas pembuangan. Menanggapi hal tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNISNU kelompok Sumosari 2 mengambil langkah inovatif dengan memanfaatkan limbah drum bekas untuk dijadikan fasilitas tempat sampah layak pakai bagi warga Desa Somosari, Batealit.

Program ini bukan sekadar penyediaan fasilitas, melainkan bentuk aksi nyata dalam mendukung pengelolaan sampah yang berkelanjutan di tingkat desa.

Proses pengerjaan bak sampah ini mengedepankan prinsip daur ulang (upcycling). Selain drum bekas sebagai wadah utama, para mahasiswa juga mengelas besi-besi rongsokan untuk dijadikan penyangga kaki dan pegangan tangan agar bak sampah lebih kokoh dan ergonomis.

Agar tidak terlihat kumuh, drum-drum tersebut dicat ulang dengan warna-warna mencolok. Hal ini dilakukan untuk menambah nilai estetika sekaligus memastikan fasilitas tersebut mudah terlihat oleh warga yang melintas.

Koordinator Mahasiswa KKN Sumosari 2, Naufal Arda Ferdian, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk memberikan solusi praktis sekaligus edukatif. Pihaknya tidak ingin hanya memberikan barang, tetapi juga menanamkan kesadaran akan pentingnya manajemen sampah.

“Kami ingin mengedukasi masyarakat agar mulai terbiasa membuang sampah pada tempatnya. Lebih dari itu, kami berharap warga mampu memilah sampah mana yang bisa dijadikan kompos dan mana yang bernilai ekonomis tinggi,” ujar Naufal.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UNISNU, Khoirul Muslimin, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif mahasiswanya. Menurutnya, kemampuan mengubah barang bekas menjadi sesuatu yang bernilai adalah bukti keberhasilan mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu di lapangan.

“Ini adalah tugas pengabdian yang konkret. Melalui pemanfaatan barang bekas, mahasiswa tidak hanya menunjukkan kreativitas, tetapi juga kepekaan sosial terhadap kesehatan lingkungan desa,” ungkap Khoirul kepada Gistara.com, Kamis (22/1/2026).

Melalui gerakan kecil ini, mahasiswa KKN Sumosari 2 berharap dapat memicu semangat warga untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan barang di sekitar mereka. Kebersihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan hasil kolaborasi antara kreativitas pemuda dan kesadaran masyarakat.