Mahasiswa Unisnu Adakan Tes Baum Untuk Menggali Karakter Anak

Berita, Pendidikan31 Dilihat

Jepara, Fokuspres.com  – Sejumlah mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Jepara mengadakan tes Baum kepada anak – anak siswa SD Negeri 3 Senenan. Tes ini diadakan pada hari Sabtu, 20 Desember 2025. Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas 2 dan 3 SD. Adanya tujuan tes ini diadakan adalah bagian dari praktik lapangan sekaligus upaya mengenalkan metode psikologi kepada anak.

Andini selaku mahasiswa menjelaskan tes Baum ini diadakan untuk membantu mengenal kondisi anak-anak lebih dalam, bukan cuma dari nilai pelajaran, tapi juga dari sisi perasaan dan kepribadiannya. Lewat gambar pohon yang mereka buat, sekolah bisa melihat gambaran umum emosi, kepercayaan diri, dan cara anak mengekspresikan diri. Tes ini juga jadi langkah awal untuk mengetahui jika ada anak yang butuh perhatian atau pendampingan khusus.

banner 336x280

”Setelah tes ini dilaksanakan, harapannya anak-anak bisa lebih diperhatikan sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Sekolah dan orang tua juga bisa saling bekerja sama untuk mendukung tumbuh kembang anak. Selain itu, lingkungan sekolah diharapkan jadi makin nyaman, ramah, dan menyenangkan, sehingga anak-anak bisa belajar dengan lebih tenang, percaya diri, dan bahagia.” Ujarnya.

Sementara itu Eni selaku wali kelas dari SD Negeri 3 Senenan mengatakan ini adalah kesempatan bagus untuk kolaborasi antara universitas dan sekolah dasar. Mahasiswa-mahasiswa itu datang dengan persiapan yang matang, jelas menjelaskan tujuan tes Baum yang sebenarnya adalah tes proyektif untuk mengukur kreativitas dan kepribadian anak melalui gambar pohon dan mereka juga koordinasi dengan kepala sekolah serta orang tua. Banyak guru seperti saya merasa terbantu, karena hasil tes bisa membantu kami memahami anak-anak lebih dalam, misalnya siapa yang memerlukan dukungan ekstra dalam belajar atau emosi.

“Dari pengamatan saya, anak-anak umumnya merasa senang dan antusias. Mereka bilang tes Baum itu seperti bermain gambar, bukan ujian yang menakutkan, jadi banyak yang tertawa dan bersemangat saat menggambar pohon impian mereka. Beberapa anak bahkan menceritakan pengalaman itu ke teman-teman adek dan kakak kelas. Tapi, ada juga yang sedikit lelah atau bingung setelahnya, terutama anak-anak yang lebih pendiam, karena tes itu memerlukan imajinasi yang cukup dalam. Untungnya, mahasiswa itu memberikan sesi penutup dengan permainan ringan, jadi anak-anak pulang dengan perasaan positif. Secara keseluruhan, ini membuat anak-anak lebih terbuka dan percaya diri, yang bagus untuk perkembangan mereka.” Imbuhnya.