Jepara. Fokuspres.com – Semangat inovasi membanjiri Halaman Gedung Fakultas Komunikasi dan Desain (FKD) Unisnu Jepara pada Selasa (10/02/2026). Gelaran Jepara Innovation Award (JIA) Vol. 2 sukses menjadi ajang pembuktian bagi pelajar tingkat menengah di Jepara dalam melahirkan karya-karya solutif untuk tantangan daerah.
Mewakili Bupati Jepara, Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kabupaten Jepara, Arif Darmawan, S.Sos., MH., menekankan bahwa JIA bukan sekadar kompetisi rutin.
“JIA harus menjadi salah satu pilar pembangunan daerah. Kita membutuhkan generasi muda yang kreatif dan berpikir kritis. Tema tahun ini sangat selaras dengan kebutuhan pembangunan masa depan Jepara,” tegas Arif dalam sambutannya.
Senada dengan hal itu, Rektor Unisnu Jepara, Prof. Dr. H. Abdul Djamil, MA, memberikan apresiasi tinggi atas nyali para peserta. “Jepara memiliki keberanian untuk tampil beda. Teruslah berinovasi dan jangan berhenti di sini,” pesannya menyemangati para kreator muda.
Puncak acara ditandai dengan pengumuman para jawara yang berhasil menciptakan solusi atas berbagai permasalahan lokal. SMA Negeri 1 Jepara sukses menyabet gelar Juara I sekaligus predikat Presenter Terbaik melalui inovasi bertajuk STOVIX. Alat pengaman otomatis kompor gas LPG dua tungku berbasis Internet of Things (IoT) ini mampu mendeteksi potensi bahaya secara dini dan memutus aliran gas secara otomatis melalui ponsel, sebuah langkah konkret dalam mencegah kebakaran rumah tangga di era digital.
Posisi Juara II diraih oleh SMA Muhammadiyah 2 Mayong yang membawa misi kelestarian lingkungan melalui Bio Growth Bag. Inovasi kemasan ramah lingkungan ini dirancang untuk mendukung biofarming, di mana kemasan tersebut tidak hanya mudah terurai tetapi juga mampu menumbuhkan tanaman baru dari benih yang tertanam di dalamnya. Sementara itu, MA Matholi’ul Huda Bugel mengamankan posisi Juara III dengan alat bernama Rice Guard. Memanfaatkan melimpahnya sinar matahari di pesisir Jepara, alat pengering dan pelindung padi berbasis tenaga surya ini hadir sebagai jawaban bagi para petani untuk menjaga kualitas pasca-panen di tengah cuaca yang tidak menentu.
Prestasi membanggakan juga ditunjukkan oleh para peraih Juara Harapan. MAN 1 Jepara (Juara Harapan I) menciptakan AGRO-PRES, sistem pengusir hama pintar berbasis IoT yang menggabungkan teknologi ultrasonik dan UV Trap. Disusul oleh SMA Negeri 1 Jepara (Juara Harapan II) yang menampilkan sisi artistik lewat Kursi REFILA, furnitur estetis dari limbah botol plastik. Sementara itu, SMA Islam Jepara (Juara Harapan III) memperkenalkan Smart Kinetic Pavement, sistem trotoar pintar yang mampu mengubah langkah kaki menjadi sumber energi listrik terbarukan.
Selain kategori utama, penghargaan khusus juga diberikan kepada Anik Malikana, S.Si dari MA Matholi’ul Huda Bugel sebagai Guru Pendamping Terbaik, serta MA Roudlatul Mubtadiin Balekambang sebagai pemenang kategori Media Sosial Terbaik.
Pihak sponsor dari PT Bumi Jati Power menyatakan kekagumannya terhadap kualitas riset para siswa dan berharap inovasi ini tidak berhenti di level kabupaten, namun bisa berlanjut hingga tingkat nasional. Hasil dari kompetisi ini diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut agar bisa diimplementasikan langsung dalam program pembangunan daerah, baik di sektor pertanian, lingkungan hidup, maupun keamanan masyarakat.














