Rawat Tradisi dan Pacu Inovasi, UNISNU Peringati Harlah ke-103 NU dengan Peluncuran Buku Ilmiah

Berita, Kampus20 Dilihat

Jepara, Fokuspres.com – Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara menggelar peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-103 Nahdlatul Ulama (NU) dengan khidmat pada Jumat,(30/01/26). Bertempat di Auditorium Perpustakaan Lantai 4 UNISNU, acara ini diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Inovasi (LPPI) serta Pusat Studi Aswaja An Nahdliyyah UNISNU Jepara. Peringatan tahun ini mengusung tema filosofis: “Memelihara tradisi lama yang baik, mengambil pembaruan yang lebih baik”.

Kepala LPPI UNISNU Jepara, Dr. Muhammad Khairuddin, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh civitas akademika atas terselenggaranya acara ini. Momen istimewa ditandai dengan peluncuran buku book chapter kolaboratif bertajuk “Harmoni Aswaja dan Budaya Jawa: Integrasi Religius dan Budaya Lokal Memotret di Jepara”.

banner 336x280

Dr. Khairuddin menyebut karya ini sebagai “kado terindah” bagi NU karena mampu memotret integrasi religiusitas dengan budaya lokal. Ia juga berterima kasih kepada para penulis serta Rektor UNISNU yang telah memberikan pengantar khusus, dengan harapan karya “Bunga Rampai” ini memperkaya khazanah keilmuan bagi lingkungan UNISNU dan masyarakat Jepara.

Mewakili Ketua Umum YAPTINU Jepara, Prof. Dr. K.H. Fathul Mufid, M.Si., menegaskan bahwa perayaan Harlah NU oleh UNISNU merupakan keniscayaan sejarah karena universitas ini lahir dari rahim PCNU Jepara. Beliau mengingatkan prinsip “Jas Merah” (Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah), di mana cikal bakal kampus ini diprakarsai oleh tokoh besar seperti Kiai Mahfud Asmawi dan K.H. Ali Irfan Mukhtar pada 1987. Dalam pidatonya, Prof. Fathul menekankan pentingnya sinergitas antara kampus dengan PCNU hingga tingkat ranting, terutama untuk memperkuat rekrutmen mahasiswa baru secara kolaboratif. Meski UNISNU telah mencapai banyak prestasi sejak 1991, beliau memberikan catatan kritis mengenai perlunya akselerasi jumlah Guru Besar dan program studi berakreditasi Unggul. Civitas akademika ditantang untuk lebih produktif dalam menulis jurnal ilmiah serta berjuang kolektif demi meraih akreditasi Institusi (APT) Unggul di masa depan.

Rektor UNISNU Jepara, Prof. Dr. K.H. Abdul Jamil, M.A., dalam sesi Mauidatul Hasanah menjelaskan bahwa Harlah ke-103 NU harus dimaknai sebagai kebanggaan identitas yang diwujudkan melalui peningkatan kualitas institusi. Beliau menyoroti keunikan NU dalam mengharmonikan tradisi keagamaan dengan semangat kebangsaan, di mana nilai-nilai Aswaja hadir sebagai titik temu moderat di tengah kelompok ekstrem. Fleksibilitas NU dalam beradaptasi dengan modernitas tanpa meninggalkan akar tradisi adalah kunci relevansi organisasi ini dalam lintasan sejarah Indonesia.

Lebih lanjut, Prof. Abdul Jamil menekankan pentingnya karakter warga NU yang “post-tradisionalis”, yaitu individu yang memiliki kemampuan untuk berpikir secara modern namun tetap teguh dalam memegang etika serta akhlak para ulama terdahulu. Tipologi ini menuntut kedewasaan dalam menyikapi kemajuan teknologi, seperti penggunaan ponsel pintar, agar digunakan secara selektif dan bijak sebagai sarana kebaikan. Beliau juga mendorong penerapan “Fikih Dakwah” yang cerdas dan toleran demi kemaslahatan umat di era globalisasi, sembari tetap menjaga tradisi ziarah sebagai bentuk refleksi historis yang tidak boleh ditinggalkan. Dengan demikian, warga NU diharapkan dapat terus beradaptasi dengan dinamika zaman tanpa pernah kehilangan akar identitas sejarahnya.