Jepara, fokuspers.com — Kepedulian terhadap pentingnya literasi bahasa di tengah perkembangan era digital mendorong Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Orsha Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara menyelenggarakan Seminar Nasional bertema “Language Literacy as Business Capital in the Digital Era”. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, (10/01/26), bertempat di Gedung Shima, Kabupaten Jepara.
Seminar nasional ini menghadirkan pemateri M. Roykhan Rashif Aulia dan diikuti oleh mahasiswa Unisnu Jepara serta siswa-siswi delegasi dari sejumlah sekolah di Kabupaten Jepara. Turut hadir pula perwakilan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Unisnu, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unisnu, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Fokus, serta Racana Unisnu Jepara.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, pembacaan tahlil, dan sambutan Ketua Panitia. Ketua Panitia Seminar Nasional, Faiqoh Widya, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan mendorong generasi muda agar mampu memanfaatkan kemampuan bahasa sebagai modal kesuksesan di masa depan.
“Kami mengadakan acara ini agar banyak generasi bisa memanfaatkan kemampuan bahasa sebagai modal kesuksesan di masa depan,” ujar Faiqoh Widya.
Sambutan kedua disampaikan oleh perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unisnu yang mewakili Presiden BEM, Viky Zulfikar Santoso. Ia mengapresiasi terselenggaranya seminar dengan tema yang dinilai relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini.
“Kemampuan bahasa sangat penting, terutama di era digital. Kami berharap seminar ini dapat menjadi ruang refleksi sekaligus investasi jangka panjang bagi peserta ke depannya,” katanya.
Sambutan terakhir disampaikan oleh Pembina UKM Orsha, Dwi Erlin Effendi, yang sekaligus membuka acara secara resmi. Ia menegaskan bahwa penguasaan bahasa, khususnya bahasa Inggris, memiliki peran penting dalam membuka peluang global, terutama di dunia bisnis.
“Bahasa sangat penting bagi kita, terutama bahasa Inggris karena dapat membuka banyak kesempatan di dunia. Dunia bisnis saat ini banyak mencari keterampilan tersebut. Terima kasih atas kehadirannya, dan semoga kegiatan ini bermanfaat bagi kita semua,” tuturnya.
Sebelum sesi pemaparan materi, peserta disuguhkan penampilan tari tradisional dari Divisi Tari UKM Orsha yang menambah nuansa budaya dalam kegiatan akademik tersebut. Selanjutnya, sesi materi disampaikan oleh M. Roykhan Rashif Aulia. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa kemampuan bahasa bukan semata bakat, melainkan keterampilan yang dapat dilatih melalui kebiasaan sederhana.
“Kita bisa memulai dengan membentuk kebiasaan kecil agar terbiasa dengan bahasa, seperti penggunaan bahasa dalam pengaturan gawai. Bahasa akan membentuk citra digital atau personal branding yang dapat dimanfaatkan dalam berbisnis,” jelasnya.
Berdasarkan hasil wawancara, Faiqoh Widya menjelaskan bahwa pemilihan tema seminar dilatarbelakangi oleh realitas generasi muda yang semakin cakap menggunakan gawai. Menurutnya, kecakapan tersebut perlu diarahkan untuk memaksimalkan penggunaan bahasa sebagai peluang kesuksesan di masa depan. Ia juga menyebutkan bahwa tantangan utama dalam persiapan kegiatan ini adalah menyusun konsep yang mampu menarik minat peserta.
Sementara itu, salah satu peserta seminar mengungkapkan ketertarikannya mengikuti kegiatan tersebut karena dinilai relevan dengan kebutuhan mahasiswa saat ini.
“Acara ini sangat tepat bagi kami yang ingin belajar bahasa. Selain menambah wawasan, seminar ini juga menjadi ruang berbagi dan berinteraksi. Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi semua peserta,” ujarnya.
Melalui seminar nasional ini, UKM Orsha Unisnu Jepara berharap semakin banyak generasi muda yang berani tampil, aktif berinteraksi, serta mampu memanfaatkan kemampuan bahasa sebagai bekal menghadapi tantangan global di era digital.












