Jepara, Fokuspers.com — Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara menggelar Seminar dan Training Legislatif dengan tema “Menjadi Bagian dari Legislatif Mahasiswa: Ruang Aktualisasi dan Intelektual” di Auditorium Lt. 4 Perpustakaan Unisnu Jepara, pada Minggu (28/6/2026).
Acara ini di hadiri oleh delegasi Ormawa-Lemawa Unisnu, peserta umum, dan delegasi dari beberapa DPM Universitas, seperti DPM Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS) Semarang, DPM Politeknik Balekambang dan DPM UIN K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan.
Pembukaan berlangsung khidmat dengan pembacaan tahlil, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars Syubbanul Wathon, serta Mars UNISNU. Setelah pembukaan, peserta disuguhkan penampilan tari dari BSO Sanggar Seni Eling yang menjadi hiburan sekaligus pembuka rangkaian seminar.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Presidium DPM Unisnu Jepara Septika Lutfiana, serta Rektor Unisnu Jepara, Prof. Dr. H. Abdul Djamil, M.A yang diwakilkan oleh Dr. A. Khoirul Anam, S.E., M.Si. selaku Wakill Rektor Bidang Administrasi Umum, Pengelolaan Sarana Prasarana dan Keuangan, dan Pengembangan Sumber Daya Manusia.
Memasuki sesi inti, peserta menerima empat materi utama. Materi pertama membahas Pengenalan Legislatif Mahasiswa: Peran, Fungsi, dan Urgensinya oleh Ketua DPRD Kab. Jepara Dr. H. Agus Sutisna, S.H., M.H.
Materi kedua mengangkat tema Legislatif sebagai Ruang Aktualisasi Diri dan Pengembangan Intelektual dan untuk memperdalam pemahaman peserta, panitia mengadakan Focus Group Discussion (FGD) yang membahas materi pertama dan kedua oleh Staff Tenaga Ahli Badan Anggaran DPRD Kab. Jepara Muhammad. Andryan, S.M.
Pada sesi terakhir, peserta mendapatkan materi mengenai Mekanisme Kerja Legislatif Mahasiswa yang disampaikan oleh Koordinator Daerah Forum Lembaga Legislatif Mahasiswa Indonesia (FL2MI) wilayah Semarang Raya atau Korda FL2MI Se-Ra Asrof Farouq A.F.
Melalui kegiatan ini, ketua panitia, Gofur Al fatah, menegaskan bahwa DPM berkomitmen untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa mengenai dua lembaga kemahasiswaan di universitas, yaitu BEM sebagai lembaga eksekutif dan DPM sebagai lembaga legislatif, sekaligus memperkenalkan tugas dan fungsi DPM dalam menjalankan tugasnya.
“Agar mahasiswa memahami bahwa di tingkat universitas terdapat dua lembaga kemahasiswaan, yaitu BEM sebagai lembaga eksekutif dan DPM sebagai lembaga legislatif, serta mengetahui tugas dan fungsi DPM dalam menjalankan pengawasan, legislasi, dan representasi mahasiswa.” Ujarnya.
Salah satu peserta, Sena, berharap kegiatan seperti ini tidak hanya berhenti di UNISNU Jepara. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi awal dari keberlanjutan kolaborasi antar-DPM di berbagai perguruan tinggi, sekaligus menjadi wadah untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan mempererat silaturahmi antar lembaga legislatif mahasiswa.
“Kegiatan ini sangat menarik karena menjadi ajang silaturahmi antar-DPM. Saya berharap kegiatan seperti ini tidak hanya berhenti di UNISNU Jepara, tetapi juga terus berlanjut di kampus-kampus lain sebagai wadah untuk saling belajar dan mempererat kebersamaan.”
Dengan terselenggaranya Seminar dan Training Legislatif ini, DPM UNISNU Jepara berharap dapat menumbuhkan kesadaran mahasiswa akan pentingnya peran lembaga legislatif di lingkungan kampus. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi antar-DPM di berbagai perguruan tinggi, sehingga tercipta sinergi yang mampu mendorong penguatan demokrasi kampus, meningkatkan kualitas organisasi kemahasiswaan, serta melahirkan mahasiswa yang kritis, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi kemajuan perguruan tinggi maupun masyarakat.








