Jepara, Fokuspers.com — Enam kelompok mahasiswa Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara beradu gagasan dalam tahap final Unisnu Business Plan 2026. Kegiatan yang diselenggarakan Pusat Kewirausahaan Unisnu Jepara tersebut berlangsung di Lantai 4 Auditorium Perpustakaan Unisnu Jepara, Selasa (11/8/2026).
Unisnu Business Plan 2026 menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menuangkan ide dan inovasi di bidang kewirausahaan. Dalam tahap final, enam kelompok peserta mempresentasikan rencana bisnis yang telah mereka kembangkan di hadapan tim penilai untuk memperebutkan juara pertama, kedua, dan ketiga.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Pusat Kewirausahaan Unisnu Jepara dengan DCS Season 17. Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya kampus dalam membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi, terutama dalam kreativitas dan kewirausahaan.
Sejak tahap awal, peserta tidak hanya dituntut menghasilkan ide bisnis, tetapi juga mampu melihat peluang dan mengembangkannya menjadi rencana usaha yang dapat diterapkan. Pada babak final, kemampuan tersebut diuji melalui penyampaian gagasan secara langsung di hadapan tim penilai.
Kepala Pusat Kewirausahaan Unisnu Jepara mengatakan perkembangan dunia kewirausahaan yang semakin pesat menuntut mahasiswa untuk terus beradaptasi. Menurutnya, kreativitas dan inovasi menjadi modal penting untuk membaca peluang sekaligus melahirkan gagasan yang sesuai dengan perkembangan zaman.
“Perkembangan yang semakin pesat membutuhkan kreativitas dan inovasi mahasiswa. Kegiatan ini memberikan ruang bagi mahasiswa Unisnu untuk mengembangkan potensi dan gagasannya di bidang kewirausahaan,” ujarnya.
Ia berharap Unisnu Business Plan tidak berhenti sebagai kompetisi tahunan. Gagasan yang telah disusun mahasiswa perlu terus dikembangkan agar tidak sekadar menjadi rencana bisnis di atas kertas, tetapi dapat diwujudkan dan memberikan manfaat.
Hal senada disampaikan Ketua LPPI Unisnu Jepara. Ia menilai kreativitas dan inovasi mahasiswa membutuhkan dukungan serta wadah yang tepat. Menurutnya, kompetisi business plan dapat menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk membawa gagasan mereka ke ruang pengembangan yang lebih luas.
“Ini semata-mata menjembatani kreativitas dan inovasi mahasiswa Unisnu untuk nantinya bisa menuju ke kancah nasional maupun internasional,” ungkapnya.
Bagi para peserta, proses tersebut tidak hanya berkaitan dengan persaingan untuk menjadi juara. Penyusunan business plan juga melatih mahasiswa dalam merancang usaha sekaligus menyampaikan gagasan secara sistematis. Kemampuan ini menjadi bekal ketika sebuah ide harus diperkenalkan, dipertahankan, dan dikembangkan di tengah persaingan usaha yang semakin luas.
Enam kelompok yang mencapai babak final membawa gagasan dan sudut pandang masing-masing dalam melihat peluang kewirausahaan. Keberagaman ide tersebut menunjukkan adanya potensi mahasiswa untuk menghasilkan inovasi ketika memperoleh ruang dan kesempatan yang memadai.
Pusat Kewirausahaan Unisnu Jepara berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dengan cakupan yang lebih luas. Kompetisi tidak hanya diarahkan sebagai ajang perebutan juara, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem yang mempertemukan ide, kreativitas, pendampingan, dan peluang pengembangan usaha mahasiswa.
Dengan demikian, Unisnu Business Plan 2026 diharapkan tidak berhenti setelah pengumuman pemenang. Gagasan yang lahir dari kompetisi ini diharapkan terus dikembangkan menjadi usaha maupun inovasi yang mampu memberikan dampak lebih luas.

