Tahunan, Fokuspers.Com – Kelalaian manusia saat memasak seringkali menjadi pemicu utama kebakaran hebat. Berangkat dari keresahan tersebut, dua siswa berprestasi SMAN 1 Jepara, Rescita Rami Almira PF dan Muhammad Reza Rabbany, berhasil menciptakan inovasi sistem keamanan kompor pintar yang diberi nama “Stofix”.
Inovasi berbasis Internet of Things (IoT) ini dipamerkan dalam ajang bergengsi Jepara Innovation Award (JIA) Vol. 2 yang berlangsung di halaman Fakultas Komunikasi dan Desain, Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara, pada 9-10 Februari 2026.
Secara teknis, Stofix merupakan sistem perlindungan berlapis yang dirancang untuk mampu mengambil keputusan otomatis dalam situasi berbahaya. Rescita menjelaskan bahwa seluruh sistem ini dikendalikan oleh mikrokontroler ESP32 dan ESP8266 yang berperan sebagai otak utama.
Alat ini bekerja dengan mengintegrasikan beberapa sensor canggih secara bersamaan, di mana Flame Sensor bertugas memantau adanya percikan atau kobaran api yang tidak wajar di area kompor. Sementara itu, sensor ultrasonik berfungsi mendeteksi keberadaan orang di sekitar lokasi memasak sebagai indikator apakah kompor sedang dalam pengawasan atau ditinggalkan. Jika sistem mendeteksi adanya risiko, komponen vital berupa Solenoid akan bergerak secara otomatis untuk memutus aliran gas guna mencegah ledakan atau kebakaran lebih lanjut. Seluruh status keamanan ini kemudian ditampilkan secara langsung melalui LCD Display agar pengguna dapat memantau kondisi kompor secara real-time.
Ide pembuatan Stofix rupanya dipicu oleh peristiwa kelam yang terjadi di Jepara setahun silam. Reza mengungkapkan bahwa kebakaran besar di parkiran PT HWI Jepara pada Mei 2025 menjadi pemantik utama mereka untuk berinovasi. Menurutnya, tragedi tersebut berawal dari kelalaian penggunaan kompor gas yang ditinggalkan begitu saja tanpa pengawasan. Kejadian itulah yang mendorong mereka menciptakan Stofix agar risiko serupa dapat diminimalisir di masa depan.
Meskipun mampu menyelesaikan prototipe dalam waktu singkat, yakni sekitar dua minggu, perjalanan mereka tidaklah mulus. Berbagai kendala teknis sempat mewarnai proses perakitan, mulai dari pemasangan kabel yang sempat terbalik hingga adanya komponen yang rusak sehingga mereka harus mencari pengganti dalam waktu cepat. Selain kendala fisik, Rescita menambahkan bahwa stabilitas jaringan internet menjadi faktor krusial karena kinerja alat ini sangat bergantung pada konektivitas berbasis IoT.
Hadirnya Stofix diharapkan tidak hanya menjadi proyek sekolah, tetapi dapat dikembangkan lebih lanjut untuk memperkuat sistem keamanan di skala rumah tangga maupun industri. Inovasi ini sekaligus membuktikan bahwa kreativitas siswa Jepara mampu bersaing dalam kancah teknologi nasional.








