Gelar Pembinaan Penguatan Bahasa Asing, Mahasiswa BCB UNISNU Jepara Siap Hadapi Tantangan Global

Berita, Kampus4 Dilihat

Jepara, fokuspres.com-Senyum dan perhatian mahasiswa terlihat dari layar Zoom Meeting saat pembinaan rutin Beasiswa Cendekia BAZNAS Dalam Negeri (BCB DN) UNISNU Jepara berlangsung. Dari tempat masing-masing, para peserta mengikuti pembahasan mengenai pentingnya penguasaan bahasa asing. Mengangkat tema “Penguatan Bahasa Asing”, kegiatan tersebut menghadirkan Santi Andriyani sebagai pemateri, Minggu (16/8/2026).

Khoirul Muslimin selaku Mentor Beasiswa Cendekia BAZNAS UNISNU Jepara menyampaikan bahwa pembinaan rutin merupakan bagian yang wajib diikuti oleh mahasiswa penerima beasiswa. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kapasitas diri sesuai dengan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi saat ini.

banner 336x280

Pada pembinaan kali ini, tema yang diangkat adalah “Penguatan Bahasa Asing” dengan menghadirkan mentor eksternal, Santi Andriyani, yang memiliki pengalaman dan kompetensi dalam bidang bahasa asing. Pemilihan tema tersebut dinilai relevan untuk membekali mahasiswa agar memiliki kemampuan tambahan yang dapat mendukung perkembangan akademik maupun profesional.

Khoirul berharap pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki Santi dapat ditularkan kepada mahasiswa sehingga mereka semakin memahami pentingnya penguasaan bahasa asing. Menurutnya, kemampuan berbahasa asing tidak harus dipandang sebagai sesuatu yang sulit apabila mahasiswa memiliki kemauan untuk belajar dan membiasakan diri berlatih.

“Kami berharap pengalaman yang dimiliki Santi dapat ditularkan kepada mahasiswa. Dari pembinaan ini, mahasiswa tidak hanya memahami pentingnya berbahasa asing, tetapi juga memiliki keyakinan bahwa kemampuan tersebut sebenarnya tidak sulit untuk dikuasai selama mau belajar dan terus berlatih,” ujar Khoirul.

Ia menambahkan, kemampuan bahasa asing dapat menjadi salah satu bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi perkembangan dunia yang semakin terbuka. Karena itu, pembinaan rutin diharapkan tidak berhenti pada pemahaman materi, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk mempraktikkan kemampuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pembinaan tersebut, Santi Andriyani menyampaikan pentingnya penguasaan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, bagi mahasiswa di tengah perkembangan dunia yang semakin terbuka. Kemampuan berbahasa Inggris dinilai menjadi salah satu keterampilan penting yang dapat mendukung mahasiswa dalam mengembangkan potensi akademik maupun profesional.

Ia menjelaskan bahwa kemampuan bahasa Inggris dapat membantu mahasiswa memperluas jejaring, mengikuti berbagai forum internasional, serta membuka peluang untuk mendapatkan beasiswa studi lanjut ke luar negeri. Selain itu, penguasaan bahasa asing juga dinilai dapat meningkatkan daya saing mahasiswa ketika memasuki dunia kerja.

Menurutnya, masih terdapat mahasiswa yang merasa ragu menggunakan bahasa Inggris karena takut melakukan kesalahan, terutama dalam penggunaan tata bahasa atau grammar. Kondisi tersebut dapat menjadi hambatan apabila tidak diatasi dengan keberanian untuk terus berlatih.

“Di era persaingan global saat ini, penguasaan bahasa Inggris dapat membuka peluang secara luas, mulai dari kesempatan meraih beasiswa ke luar negeri, menjadi narasumber forum internasional, hingga menembus karier bergengsi dengan penghasilan yang lebih kompetitif,” ujar Santi saat menyampaikan pembinaan via online, Minggu (16/8/2026).

Ia mendorong mahasiswa untuk tidak menjadikan kesalahan sebagai alasan untuk berhenti belajar. Sebaliknya, proses belajar bahasa perlu dilakukan melalui kebiasaan dan praktik secara terus-menerus agar kemampuan mahasiswa semakin berkembang.

Dalam pemaparannya, Santi menyampaikan beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk memperkuat kemampuan bahasa Inggris. Mahasiswa dianjurkan memperbanyak kosakata yang berkaitan dengan aktivitas sehari-hari sehingga lebih mudah digunakan dalam percakapan.

Selain itu, mahasiswa juga diarahkan untuk melatih kemampuan mendengar dan pelafalan melalui lagu maupun film berbahasa Inggris. Kebiasaan menulis catatan harian menggunakan bahasa Inggris juga dinilai dapat membantu meningkatkan kemampuan menyusun kalimat sekaligus memperkaya kosakata.

Strategi lainnya dilakukan dengan membiasakan diri berbicara menggunakan bahasa Inggris atau speaking. Menurutnya, kemampuan berbicara membutuhkan keberanian dan latihan berulang sehingga mahasiswa perlu menciptakan ruang untuk mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Jangan takut salah ketika belajar bahasa Inggris. Yang terpenting adalah berani mencoba, membiasakan diri, dan melakukan pengulangan secara konsisten,” lanjutnya.

Pembinaan berlangsung secara interaktif meskipun dilaksanakan secara daring. Para mahasiswa mengikuti pemaparan materi melalui Zoom Meeting, kemudian terlibat dalam simulasi soal latihan dan praktik public speaking menggunakan bahasa Inggris.

Praktik tersebut menjadi bagian penting dalam pembinaan karena mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk menguji keberanian dan kemampuan berkomunikasi secara langsung di ruang virtual.

Keaktifan peserta selama kegiatan menunjukkan antusiasme mahasiswa BCB UNISNU Jepara dalam meningkatkan kemampuan diri. Pelaksanaan pembinaan secara daring juga tidak mengurangi kesempatan peserta untuk berinteraksi, berlatih, dan memperoleh pengalaman baru.

Melalui pembinaan rutin tersebut, mahasiswa penerima BCB UNISNU Jepara diharapkan semakin percaya diri dalam menggunakan bahasa asing. Kemampuan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal untuk memperluas kesempatan akademik, membangun jejaring, serta meningkatkan daya saing mahasiswa dalam menghadapi tantangan global.