Harumkan Nama Bangsa, Mahasiswa KPI UNISNU Sabet Juara 3 Dai Muda Internasional di Mesir

Berita, Kampus94 Dilihat

Mesir, Fokuspres.com  – Prestasi membanggakan kembali datang dari dunia akademik dan dakwah internasional. Muhammad Wahyudi, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara, berhasil mencatatkan namanya sebagai salah satu dai muda terbaik dalam ajang Musabaqoh Dai Muda (BADAWIYAH) tingkat internasional.

Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI NU) Republik Arab Mesir. Dalam ajang yang berlangsung pada tahun 2022 tersebut, Wahyudi sukses meraih Juara 3, sebuah pencapaian yang sangat prestisius mengingat ketatnya persaingan di tingkat global.

banner 336x280

Ajang BADAWIYAH bukan sekadar kompetisi lokal, melainkan wadah bertemunya para intelektual muda dan dai berbakat dari berbagai negara. Tercatat, sebanyak 150 peserta turut ambil bagian dalam kompetisi ini. Mereka merupakan delegasi-delegasi terpilih yang berasal dari berbagai negara, di antaranya dari Kairo (Mesir), Malaysia, Singapura, hingga Indonesia.

Para peserta diuji kemampuannya dalam retorika dakwah, kedalaman penguasaan materi agama, serta kemampuan berkomunikasi yang persuasif dan edukatif. Keberhasilan Wahyudi menembus posisi tiga besar membuktikan bahwa kualitas kader dakwah dari UNISNU Jepara mampu bersaing dan diakui di level mancanegara.

Kemenangan ini menjadi bukti nyata keberhasilan Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UNISNU dalam membekali mahasiswanya dengan keterampilan komunikasi yang mumpuni. Kompetensi dalam bidang public speaking dan metodologi dakwah yang dipelajari di bangku kuliah terbukti mampu diaplikasikan Wahyudi dengan sangat baik, bahkan di hadapan juri dan audiens internasional di Mesir.

Ajang ini juga menjadi sarana bagi Wahyudi untuk mempromosikan nilai-nilai Islam yang ramah dan moderat, sesuai dengan visi dakwah yang diajarkan di lingkungan kampus hijau UNISNU Jepara.

Meskipun kompetisi tersebut dilaksanakan pada tahun 2022, namun gemanya tetap terasa hingga kini sebagai sumber motivasi bagi seluruh mahasiswa. Pencapaian Muhammad Wahyudi memberikan pesan kuat bahwa mahasiswa daerah memiliki peluang yang sama besar untuk menembus batas-batas negara melalui jalur prestasi.

Pihak universitas berharap jejak Wahyudi dapat diikuti oleh mahasiswa lainnya. Tidak hanya di bidang dakwah, tetapi juga di berbagai disiplin ilmu lainnya, agar nama UNISNU Jepara semakin dikenal sebagai rahim bagi lahirnya talenta-talenta unggul berwawasan internasional yang siap berkontribusi bagi peradaban global.