Jepara, fokuspers – Seni ukir Jepara menghadapi tantangan untuk mempertahankan eksistensinya di tengah perkembangan teknologi dan persaingan pasar global. Tidak hanya menjaga warisan budaya, pelaku industri juga dituntut mampu menghadirkan inovasi agar ukiran Jepara tetap diminati pasar internasional.
Persoalan tersebut menjadi pembahasan dalam Seminar Nasional Rekanusa 2026 bertema “Seni Ukir Jepara: Inspirasi untuk Mendesain Furniture Pasar Global (Dari Rasa ke Logika)” yang diselenggarakan Yayasan Rekanusa di Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara, Kamis (29/10/2026).
Materi utama yang sedianya disampaikan Menteri Kebudayaan, Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc., diwakili oleh Riris Purbasari, S.S., M.A. Dalam pemaparan tersebut, kebudayaan ditegaskan bukanlah lawan industri modern. Keduanya justru dapat berjalan beriringan untuk melahirkan karya yang berakar pada tradisi sekaligus mampu bersaing di pasar dunia.
Ketua KADIN Kabupaten Jepara sekaligus anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, H. Andang Wahyu Triyanto, S.E., M.M., menyampaikan bahwa tradisi ukir perlu dipertahankan sebagai identitas Jepara, sekaligus dikembangkan mengikuti kebutuhan konsumen modern.
Senada dengan hal tersebut, CEO AGRA GURATAMA RAYA GROUP, Dr. H. Muhammad Jamhari, S.Sos., M.Kom., menyoroti pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) sebagai peluang bagi generasi muda untuk mengeksplorasi motif dan mengembangkan desain furnitur tanpa menghilangkan karakter ukiran Jepara.
Sementara itu, Dr. Drs. Eddy Supriyatna Marizar, M.Hum., M.M., Pembina Yayasan Rekanusa sekaligus akademisi FSRD Universitas Tarumanagara, menilai pasar Amerika Serikat masih menjanjikan bagi ekspor furnitur kayu Indonesia. Namun, peluang tersebut perlu diimbangi dengan inovasi desain, kualitas produk, dan strategi pemasaran yang tepat.
Ketua Panitia, Ir. H. Gun Sudiyanto, M.M., menjelaskan bahwa seminar ini juga menjadi upaya mengangkat kembali seni ukir Jepara yang mengalami penurunan jumlah tenaga pengukir dan hasil produksi. Kegiatan tersebut melibatkan mahasiswa berbagai program studi serta siswa SLTA di Jepara untuk mendorong regenerasi dan memperkenalkan pemanfaatan teknologi, termasuk mesin CNC, dalam industri furnitur.
Melalui kegiatan ini, seni ukir Jepara diharapkan tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya, tetapi juga mampu berkembang mengikuti zaman. Kolaborasi antara tradisi, teknologi, dan generasi muda menjadi salah satu langkah untuk membawa identitas Kota Ukir menembus pasar global.












