Jepara, Fokuspers.com – Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara (UNISNU) Jepara menyelenggarakan seminar nasional bertema “Pembelajaran Mendalam Menuju Generasi Berkualitas di Era 5.0” pada Rabu (4/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Lantai 4 kampus tersebut diikuti oleh berbagai unsur pendidikan di Kabupaten Jepara.
Seminar yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut menghadirkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, sebagai narasumber utama. Kegiatan ini dihadiri Rektor UNISNU Jepara beserta jajaran wakil rektor, Wakil Bupati Jepara, Ketua Umum YAPTINU Jepara, staf UNISNU Jepara, serta kepala sekolah se-Kabupaten Jepara.
Rektor UNISNU Jepara menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI yang dinilai menjadi motivasi bagi peningkatan mutu pendidikan di lingkungan kampus dan sekolah di Jepara.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI yang telah berkenan hadir di UNISNU Jepara. Kehadiran beliau menjadi motivasi dan semangat baru bagi kami untuk terus meningkatkan mutu pendidikan,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Abdul Mu’ti menyoroti fenomena memudarnya sekat antara kelompok tradisionalis dan modernis, termasuk perbedaan antara kaum abangan dan santri serta perbedaan pilihan politik. Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari peran pendidikan dalam membentuk pola pikir dan karakter masyarakat.
Ia menegaskan pentingnya visi pendidikan bermutu melalui penerapan deep learning atau pembelajaran mendalam. Konsep tersebut, kata dia, bukan hal baru, namun perlu diperkuat melalui perubahan strategi mengajar guru serta pembenahan sistem dan substansi pembelajaran.
“Pendidikan memiliki pengaruh besar dalam perubahan. Deep learning menjadi upaya untuk mewujudkan pendidikan yang lebih bermutu. Ini bukan hal baru, tetapi kita perlu memperbaiki strategi mengajar guru dan isi pembelajarannya,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Jepara menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Jepara terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui sejumlah program, di antaranya Beasiswa Kartu Sarjana Jepara dan Program Intensif Guru Non-ASN.
Seminar nasional ini menjadi momentum kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan institusi pendidikan dalam mendorong terwujudnya generasi unggul di era 5.














