Universitas Islam Nahdlatul Ulama’ (UNISNU) Jepara menggelar upacara peringatan Hari Santri Nasional 2026 bertemakan “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” yang dimulai pukul 07.47 WIB di lapangan basket Unisnu Jepara. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Prof. Dr. H. Abdul Djamil, M.A. selaku rektor, dosen, staf karyawan serta santri Pondok Pesantren Ats Tsuroyya dan perwakilan dari ormawa lemawa. Kegiatan berlangsung dengan rangkaian upacara yang meliputi pengibaran bendera merah putih, pembacaan ikrar santri, hingga penyampaian amanat inspektur upacara, (22/10/2026).
Upacara dipimpin oleh Ahmad Nur Fakhri Zakaria selaku komandan upacara, sedangkan Abdul Djamil sebagai inspektur upacara. Kegiatan diawali dengan persiapan pasukan, dilanjutkan dengan masuknya inspektur upacara, penghormatan, serta laporan komandan kepada inspektur upacara.
Rangkaian upacara kemudian dilanjutkan dengan pengibaran bendera Merah Putih dan mengheningkan cipta. Peserta juga mengikuti pembacaan teks Pancasila yang dipandu oleh inspektur upacara, pembacaan Undang-Undang Dasar 1945, ikrar santri, serta teks Resolusi Jihad oleh petugas.
Dalam amanatnya, Abdul Djamil mengajak peserta untuk merefleksikan kembali sejarah Hari Santri dan peran santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Ia menekankan pentingnya memahami sejarah sebagai upaya menjaga kedaulatan bangsa.
“Dengan mendengar sejarah, kita bisa menjaga kedaulatan,” ujarnya dalam amanat upacara.
Ia juga mengungkapkan bahwa Resolusi Jihad yang berkaitan dengan seruan perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Menurutnya, perjuangan mempertahankan kemerdekaan merupakan bagian penting dari sejarah kontribusi kalangan santri dan Nahdlatul Ulama (NU) dalam menghadapi ancaman kembalinya kekuasaan kolonial setelah Indonesia merdeka.
Abdul Djamil menegaskan bahwa penetapan Hari Santri oleh pemerintah pada 2015 menjadi momentum untuk mengenang kontribusi santri dalam sejarah perjuangan bangsa. Ia mengajak peserta agar tidak hanya mengenang perjuangan para pendahulu, tetapi juga melanjutkan kontribusi tersebut dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Dunia santri perlu ikut membangun bangsa, mengambil bagian, menentukan kebijakan,” tandasnya.
Setelah penyampaian amanat, kegiatan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Syubbanul Wathan dan Mars Hari Santri, kemudian pembacaan doa. Upacara ditutup dengan laporan komandan kepada inspektur upacara dan penghormatan terakhir.
Peringatan Hari Santri 2026 ini menjadi momentum untuk mengingat kembali peran santri dalam sejarah kemerdekaan sekaligus mendorong keterlibatan mereka dalam pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas.












