Jepara,fokus.pers – Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Komunikasi dan Desain (FKD) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara menggelar rapat kerja (raker) untuk menyusun program selama satu periode kepengurusan. Dalam kegiatan tersebut, Khoirul Muslimin mengingatkan pentingnya menerapkan formula POAC dalam mengelola organisasi.
Raker berlangsung di Ruang Seminar Lantai 4 FKD dan diikuti pengurus BEM serta ketua Unit Kegiatan Khusus (UKK) di lingkungan fakultas.
Dalam sambutannya, Khoirul Muslimin menyampaikan bahwa keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh banyaknya program kerja, tetapi juga kemampuan pengurus dalam mengelola dan menjalankan setiap program secara terarah.
Ia menjelaskan, terdapat empat fungsi manajemen yang perlu menjadi pedoman pengurus organisasi, yakni Planning (perencanaan), Organizing (pengorganisasian), Actuating (penggerakan), dan Controlling (pengawasan).
“Untuk mengelola organisasi, seorang ketua harus memahami formula POAC. Empat fungsi ini menjadi dasar agar organisasi berjalan terarah, setiap pengurus memahami perannya, dan program kerja dapat terlaksana dengan baik,” kata Khoirul Muslimin saat memberikan sambutan pembukaan Raker, Ahad (1/11/2026).
Menurutnya, Planning menjadi tahap awal yang harus diperhatikan. Pengurus perlu menyusun program berdasarkan tujuan, kebutuhan, prioritas, serta kemampuan organisasi. Perencanaan yang baik akan menjadi pedoman dalam menjalankan kegiatan selama satu periode.
Selanjutnya, Organizing berkaitan dengan pembagian tugas dan tanggung jawab. Setiap pengurus harus memahami fungsi dan perannya sehingga tidak terjadi tumpang tindih pekerjaan.
“Jangan sampai pengurus hanya memiliki jabatan dalam struktur organisasi, tetapi tidak memahami tugas dan tanggung jawabnya. Semua harus mengetahui peran masing-masing,” ujarnya.
Fungsi berikutnya adalah Actuating atau penggerakan. Pada tahap ini, seluruh rencana yang telah disusun harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Ketua organisasi perlu membangun komunikasi, memberikan motivasi, serta menggerakkan pengurus agar terlibat aktif dalam setiap kegiatan.
Sementara itu, Controlling merupakan fungsi pengawasan dan evaluasi. Setiap program yang dilaksanakan perlu dipantau untuk mengetahui kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan. Evaluasi juga diperlukan untuk mengidentifikasi kendala dan menentukan langkah perbaikan.
Khoirul menegaskan, keempat fungsi tersebut harus berjalan secara berkesinambungan. Perencanaan tanpa pelaksanaan tidak akan menghasilkan kegiatan, sedangkan pelaksanaan tanpa pengawasan akan menyulitkan organisasi dalam mengukur keberhasilan program.
“Organisasi yang baik bukan hanya mampu membuat program, tetapi juga mampu menjalankan, mengawasi, dan mengevaluasi setiap kegiatan. Karena itu, semua pengurus harus memiliki komitmen dan tanggung jawab bersama,” tambahnya.
Sementara itu, Gubernur BEM FKD, Muhammad Affa, mengajak seluruh pengurus untuk menjaga kekompakan dan membangun semangat kolaborasi dalam memajukan fakultas.
Ia berharap pengurus BEM dan UKK dapat saling mendukung serta tidak berjalan sendiri-sendiri dalam menjalankan program organisasi.
“Saya berharap seluruh pengurus bisa kompak dan bersama-sama memajukan FKD. Kita harus saling memberikan dukungan agar fakultas dan program studi semakin berkembang, memiliki mahasiswa yang lebih banyak, serta berkualitas,” ujar Affa.
Melalui rapat kerja tersebut, diharapkan program-program yang disusun dapat menjadi pedoman pelaksanaan kegiatan organisasi selama satu periode. Sinergi antara BEM dan UKK juga diharapkan mampu memperkuat kontribusi mahasiswa dalam mendukung kemajuan Fakultas Komunikasi dan Desain Unisnu Jepara.









