JEPARA, fokus.pers – Prestasi membanggakan ditorehkan Natasya Dwi Febriani, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Komunikasi dan Desain (FKD), Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara. Mahasiswi asal Batealit, Setro, ini berhasil meraih juara 2 dalam ajang HSN Reporter Challenge mewakili LPM FOKUS UNISNU Jepara yang diselenggarakan oleh LPP PAC IPNU IPPNU Mayong.
Keikutsertaan Natasya dalam kompetisi tersebut berangkat dari keinginannya untuk mengasah kemampuan reportase yang selama ini diperoleh selama menjalani perkuliahan. Baginya, lomba bukan sekadar ajang untuk memperebutkan penghargaan, melainkan kesempatan untuk mempraktikkan ilmu sekaligus mengukur kemampuan diri.
“Saya mengikuti lomba ini karena ingin mengasah kemampuan reportase yang sudah saya dapatkan selama kuliah,” ungkap Natasya.
Menurutnya, kompetisi menjadi ruang belajar di luar kelas untuk mengembangkan keterampilan jurnalistik. Melalui kegiatan tersebut, ia dapat memperoleh pengalaman sekaligus menguji kemampuan dalam praktik reportase.
Keberhasilan meraih posisi kedua tentu menghadirkan kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri. Natasya mengaku senang karena dapat memberikan hasil terbaik dalam kompetisi yang diikutinya.
“Tentunya saya merasa senang dan bangga karena bisa memberikan yang terbaik,” tuturnya.
Lebih dari sekadar mengejar kemenangan, Natasya juga mengajak mahasiswa untuk terus mengasah kemampuan yang telah diperoleh selama perkuliahan. Menurutnya, ilmu yang didapatkan di bangku kuliah perlu diimplementasikan melalui berbagai kegiatan, salah satunya dengan mengikuti perlombaan.
Ia menilai, kompetisi dapat menjadi sarana untuk mengukur sekaligus mengembangkan potensi diri. Selain itu, mengikuti lomba juga memberikan pengalaman baru, memperluas wawasan, serta membuka kesempatan untuk memperoleh pengakuan dan prestasi.
“Menurut saya, mahasiswa jangan hanya belajar di dalam kelas. Cobalah mengikuti berbagai perlombaan sesuai dengan kemampuan dan bidang yang dipelajari. Dengan mengikuti lomba, kita bisa mengukur sejauh mana kemampuan yang kita miliki sekaligus mengembangkan potensi diri. Selain menambah pengalaman, prestasi yang diraih juga akan menjadi kebanggaan dan bagian dari perjalanan diri kita,” pesannya.
Capaian tersebut menjadi pengalaman berharga sekaligus penyemangat bagi Natasya untuk terus belajar dan meningkatkan keterampilan di bidang jurnalistik, khususnya reportase.
Prestasi Natasya menunjukkan bahwa keberanian untuk mencoba dan kemauan untuk terus belajar merupakan bagian penting dari proses pengembangan diri mahasiswa. Sebab, ruang belajar tidak hanya berada di dalam kelas, tetapi juga terbuka melalui berbagai pengalaman dan kompetisi di luar kampus.
Bagi Natasya, juara 2 bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan salah satu langkah untuk terus mengasah kemampuan dan memperluas pengalaman di dunia jurnalistik.















